AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,33% atau naik 24,040 basis poin ke level 7.398,004 pada penutupan perdagangan sesi 1 hari ini, Jumat siang, 8 Maret 2024.
IHSG bergerak variatif dari batas bawah di level 7.373 hingga batas atas pada level 7.416 setelah dibuka pada level 7.373 pagi ini.
Sebanyak 239 saham menguat, 257 saham melemah, dan sisanya stagnan. Adapun saham BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi tiga saham dengan jumlah nilai transaksi terbesar.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways ke 7.207-7.373
Berdasarkan sektoral, IDXENERGY turun -0,25%, IDXBASIC -0,13%, IDXINDUST naik 0,20%, IDXCYCLIC -0,13%, IDXNONCYC naik 0,15%, IDXHEALTH -0,19%, IDXFINANCE naik 0,49%, IDXPROPERT -0,16%, IDXTECHNO -0,23%, IDXINFRA naik 0,72%, dan IDXTRANS naik 0,73%.
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat naik 0,53% menjadi 1.001,852. Sedangkan indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,14% ke 523,616. Sementara Indeks IDX30 menguat 0,59% ke 509,189. Sedangkan index MNC36 terpantau naik 0,54% ke level 384,087.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi IHSG hari ini bergerak di kisaran 7.256-7.403
Menurutnya di akhir pekan pergerakan IHSG terlihat masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendeknya setelah berhasil menggeser rentang konsolidasinya ke arah yang lebih baik.
Beberapa faktor yang dapat menopang pergerakan IHSG hingga saat ini di antaranya musim rilis kinerja emiten dimana hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pola gerak IHSG saat ini.
"Sedangkan pasca rilis data perekonomian cadangan devisa yang masih menunjukkan berada dalam kondisi stabil juga menjadi salah satu faktor penopang pergerakan IHSG," ujar William dikutip Jumat (8/3/2024).
Ia turut merekomendasi sejumlah menu saham, di antaranya ITMG, BBCA, AALI, BBNI, JSMR, ITMG dan BSDE.
Sebelumnya HSG bergerak menguat sepanjang hari Kamis kemarin hingga ditutup naik 0,6% ke level 7.384,0 yang menjadi level tertinggi IHSG sepanjang masa.
Volume perdagangan pun ikut menguat atau tercatat sebesar Rp9,8 triliun di luar transaksi negosiasi dimana saham-saham perbankan mendominasi perdagangan di IHSG.
BBCA dan BMRI naik 1,8% dan 0,4% menjadi kontributor utama penguatan IHSG. JII pun ditutup naik 0,2% ke level 522,9 ditopang oleh TPIA yang naik 7,7%.a
Sementara pasar obligasi relatif sepi dan bergerak flat Kamis kemarin. Permintaan pada obligasi yang bertenor sangat pendek PBS31 (15 Juli 2024) tampak meningkat, para investor tampak memilih obligasi ini untuk sementara menggantikan FR70 yang akan segera jatuh tempo pada pekan depan.
Adapun obligasi bertenor FR100 (2034) diperdagangkan pada level imbal hasil 6,62%. Indeks obligasi IBPA ditutup +0,01% pada level 370.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










