Bappenas Genjot Peran Zakat dan Wakaf Untuk Pembangunan Nasional

AKURAT.CO Sebagai upaya meningkatkan peran zakat dan wakaf dalam mendukung pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas menginisiasi Zakat Wakaf Impact Forum 2024.
Sekretaris Kementerian PPN/ Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti mengatakan forum ini memunculkan gagasan perihal pemanfaatan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai basis data penyaluran zakat dan wakaf.
"Dengan memanfaatkan data Regsosek, program zakat dan wakaf bisa lebih tepat sasaran serta terbangun sinergi antara pemerintah dan lembaga amil zakat, dan antarlembaga amil zakat dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat," ujar Teni Widuriyanti di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Baca Juga: Wakaf Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Berkelanjutan
Acara Zakat Wakaf Impact Forum ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan sebagai wadah untuk bertukar ide, gagasan, informasi, dan pengalaman pelaksanaan program zakat dan wakaf.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia, dan Badan Amil Zakat Nasional menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Program dan Basis Data Perencanaan Pembangunan.
Kemudian diteken Piagam Komitmen Kolaborasi Zakat Wakaf Impact Forum antara pemerintah dan lembaga amil zakat, serta antarlembaga amil zakat dalam melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.
"Acara ini kami harapkan dapat terus memperkuat komitmen para pemangku kepentingan untuk mendorong aktivitas zakat dan wakaf dalam mendukung pembangunan nasional," imbuh Sesmen Teni.
Senada, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Amich Alhumami menjelaskan zakat dan wakaf berpotensi besar mendukung pembangunan nasional.
"Zakat dan wakaf memiliki nilai strategis dalam mengurangi kemiskinan, kebodohan, dan kesenjangan. Zakat berpotensi sangat besar, mencapai Rp250,4 triliun per tahun. Namun, potensi tersebut belum digali secara maksimal, sehingga zakat yang berhasil dikumpulkan hanya sebesar Rp22,5 triliun atau 8,9 persen dari potensi zakat secara umum," urai Deputi Amich.
Sesmen Teni, Deputi Amich, Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto, Kepala Biro Umum Kementerian PPN/Bappenas Oktorika secara simbolis membayar zakat dan wakaf secara tunai melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian PPN/Bappenas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






