Risiko Diperkirakan Meningkat, BRI Perketat Penyaluran Kredit di Kuartal II-2024

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, memperkirakan risiko kredit pada kuartal II-2024 terbilang tinggi dengan pertumbuhan ekonomi moderat.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso menjelaskan, mengelola risiko-risiko yang datang dari global maupun domestik.
"kita harus punya kemampuan untuk melakukan simulasi," katanya dalam paparan pada Kamis (25/4/2024).
Hingga Juni 2024, BRI akan menyalurkan kredit secara moderat dengan memperketat loan portfolio guideline untuk tiga bulan ke depan.
Sunarso menegaskan bahwa meskipun profil risiko akan turun begitu memasuki kuartal III dan IV tahun ini, pertumbuhan ekonomi masih akan tetap moderat.
Baca Juga: BRI Salurkan Kredit Rp1.308,6 T di Kuartal I-2024, 83 Persen ke UMKM
Selain itu, Sunarso juga mengimbau industri perbankan untuk lebih rutin melakukan stress test secara berkala dan menjaga rasio pencadangan untuk meredam risiko pemburukan aset.
Dia menyoroti ketidakpastian global yang membayangi kondisi perekonomian saat ini, terutama faktor geopolitik yang mempengaruhi harga minyak, energi, dan pangan serta situasi domestik yang berdampak pada inflasi.
"Dan itu yang paling dekat kalau dari sisi risiko adalah liquidity race. Dan itu nanti pasti akan menimbulkan high cost dari sisi cost of fund (biaya dana) dan itu akan berpengaruh terhadap kualitas kredit dan lain-lain," jelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Sunarso menilai bahwa perbankan perlu membentuk unit banking crisis center yang bersifat temporer.
Dia menggarisbawahi pentingnya melakukan stress test dan simulasi-simulasi secara rutin, bahkan harian atau dalam situasi mendesak, beberapa jam sekali, untuk memonitor kondisi pasar yang bergejolak.
"Dalam situasi yang sangat mendesak, stress test perlu dilakukan sekali dalam beberapa jam. Itu untuk memonitor kondisi pasar yang sangat bergejolak," ujarnya.
Sunarso juga menekankan bahwa bagi manajemen bank, kesediaan dana untuk dianalisis dan dibuat simulasi merupakan hal yang penting.
Sementara itu, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% setelah menahan BI Rate sepanjang 5 bulan terakhir.
Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sebagaimana yang diungkapkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.
Pada pukul 09.19 WIB hari ini, Kamis (25/4/2024), rupiah melemah 0,34% ke level Rp16.205 per dolar AS. Hal ini lebih tinggi dibandingkan pembukaan yang berada di angka Rp16.180 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat turun tipis 0,08% ke angka 105,77.
Dengan kondisi ini, perhatian terhadap risiko kredit dan langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh bank menjadi hal yang krusial untuk menjaga stabilitas dan kelancaran sistem keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










