Perbankan China Hentikan Produk Simpanan Berbunga Tinggi, Kok Bisa?

AKURAT.CO Perbankan di China baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan beberapa produk simpanan yang menawarkan suku bunga yang lebih tinggi.
Di mana langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk meredam beban biaya karena bank-bank tersebut menghadapi tekanan terhadap margin keuntungan mereka.
Lembaga keuangan seperti Bank of Communications (BoCom), Postal Savings Bank of China, Industrial Bank, dan China Citic Bank telah menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi menawarkan produk simpanan pribadi dan perusahaan tertentu dengan suku bunga yang lebih tinggi, atau mereka akan menurunkan suku bunga agar sejajar dengan suku bunga acuan giro yang memungkinkan penarikan sewaktu-waktu.
Baca Juga: LPS Tahan Suku Bunga Simpanan di 4,25 Persen
Perubahan ini, yang mulai berlaku efektif pada tanggal 15 Mei 2024, mempengaruhi produk-produk seperti deposito berjangka dan perjanjian deposito dengan imbal hasil yang lebih tinggi.
Dilansir Reuters, dalam situasi perlambatan ekonomi sektor perbankan di China telah mengalami penurunan margin bunga bersih dimana merupakan indikator utama profitabilitas. Sebab mereka dihadapkan pada tekanan untuk menurunkan suku bunga pinjaman, terutama untuk sektor-sektor yang mengalami kesulitan finansial ketika permintaan kredit menurun.
Bahkan pemerintah di Beijing telah memberi instruksi kepada bank-bank komersial untuk menghentikan penawaran suku bunga simpanan di atas batas tertentu. Sementara bank-bank yang lebih kecil telah bersaing dengan agresif untuk menarik nasabah dengan menawarkan suku bunga yang lebih tinggi, hal ini telah menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keuangan.
Postal Savings Bank mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa langkah ini diambil untuk mematuhi persyaratan peraturan yang berlaku dan untuk menjaga ketertiban dalam persaingan pasar.
"Langkah ini adalah untuk menerapkan persyaratan peraturan yang relevan dan lebih menjaga ketertiban persaingan pasar," tulis manajemen Postal Savings Bank dalam pernyataannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








