PHK 2025 Jadi Catatan, Menkeu Optimistis Ekonomi Pulih 2026

AKURAT.CO Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia pada 2026, meski gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat sepanjang 2025. Pemerintah menilai perbaikan akan datang dari kebijakan fiskal dan moneter yang lebih selaras.
Data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, jumlah PHK periode Januari hingga November 2025 mencapai 79.302 orang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 77.965 orang.
Menurut Purbaya, lonjakan PHK tidak bisa dilepaskan dari perlambatan ekonomi yang terjadi pada sebagian besar 2025. Namun, kondisi tersebut diyakini tidak akan berlanjut pada tahun depan.
Baca Juga: Debottlenecking Dimulai, Menkeu Tindaklanjuti Aduan Pengusaha
“Saya yakin tahun depan akan lebih bagus dari sekarang, karena kami lebih sinkron dengan bank sentral juga kebijakannya ke depan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Ia menegaskan, sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral menjadi kunci utama dalam mendorong pemulihan ekonomi. Kebijakan fiskal yang ekspansif akan berjalan seiring dengan kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan.
Purbaya menyebut, pemerintah berupaya mengarahkan kebijakan untuk meningkatkan permintaan domestik. Dengan permintaan yang kembali menguat, dunia usaha diharapkan dapat meningkatkan produksi dan membuka lapangan kerja baru.
“Makanya saya concern itu dan ingin membantu mereka semaksimal mungkin untuk tumbuh lagi sesuai dengan permintaan,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk mendorong sektor-sektor padat karya agar kembali bergairah. Sektor industri manufaktur, perdagangan, dan jasa menjadi perhatian utama karena memiliki daya serap tenaga kerja yang besar.
Baca Juga: Menkeu: Belum Ada Permintaan Pengembalian Baju Reject Ekspor
Purbaya menilai penciptaan lapangan kerja tidak bisa hanya mengandalkan satu kebijakan. Diperlukan kombinasi antara stimulus fiskal, dukungan pembiayaan, serta kepastian iklim usaha agar pelaku usaha berani melakukan ekspansi.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap tekanan PHK dapat mereda dan pasar tenaga kerja kembali pulih seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








