AKURAT.CO Bank Rakyat China (PBoC) menghadapi tantangan besar di tengah tekanan yang meningkat terhadap yuan akibat kebijakan ekonomi proteksionis Amerika Serikat di bawah Donald Trump. Dengan ancaman tarif baru hingga 60% terhadap produk China, mata uang yuan terancam mengalami depresiasi signifikan yang dapat memicu ketidakstabilan ekonomi domestik.
Untuk menjaga stabilitas yuan, PBoC telah memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan, termasuk penyesuaian cadangan devisa, kontrol nilai tukar harian, dan intervensi pasar melalui bank-bank milik negara. Langkah-langkah ini dirancang untuk menahan depresiasi yuan agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar di pasar keuangan global.
Namun, keputusan strategis seperti devaluasi yuan tetap menjadi opsi yang sulit diabaikan. Devaluasi dapat membantu menjaga daya saing ekspor China di tengah tarif AS yang semakin tinggi.
Baca Juga: PBoC Pangkas Bunga Lagi, Ekonomi China Diharapkan Meroket
Ironisnya, Donald Trump sendiri menginginkan pelemahan dolar AS untuk mendukung daya saing barang-barang Amerika di pasar internasional. Jika kebijakan ini berhasil, yuan mungkin mendapat sedikit ruang untuk stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








