AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia kembali mengalami penurunan di akhir perdagangan pada Rabu (20/11/2024).
Berdasarkan data dari RTI Business, IHSG tercatat turun sebanyak 15,38 poin atau setara dengan 0,21%, sehingga berakhir pada level 7.180,33. Penurunan ini menandai berlanjutnya tren negatif yang menguat sepanjang hari perdagangan.
Pada penutupan perdagangan, sebanyak 310 saham tercatat melemah, sementara 250 saham menguat, dan 229 saham lainnya tidak mengalami perubahan atau mendatar. Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa saham yang mencatatkan kenaikan, tren dominan tetap cenderung bearish.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ambruk 0,38 Persen ke 7.134,28
Sejak dibuka, IHSG menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Indeks sempat mencapai level tertinggi di angka 7.229,70, namun akhirnya ditutup lebih rendah pada posisi 7.180,33. Sebaliknya, IHSG juga tercatat menyentuh posisi terendah pada level 7.171,26, menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup besar pada sejumlah saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selama sesi perdagangan hari ini, IHSG tercatat memperjualbelikan lebih dari 19,52 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 1.083.440 kali. Nilai transaksi yang tercatat pun mencapai Rp8,73 triliun, menandakan adanya aktivitas perdagangan yang cukup tinggi meskipun indeks secara keseluruhan menunjukkan penurunan.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah saham tercatat sebagai top losers, yang mengalami penurunan signifikan dalam harga sahamnya. PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) tercatat turun paling tajam, yaitu sebesar 15,91%. Penurunan tajam ini membuat saham perusahaan tersebut menjadi yang paling tertekan pada sesi perdagangan kali ini.
Selain itu, saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) juga mengalami penurunan yang cukup dalam, yakni sebesar 10,14%, diikuti oleh PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) yang turun 9,44%. Saham PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) juga mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 6,82% dan 6,47%. Penurunan harga saham ini menggambarkan adanya tekanan jual yang cukup besar pada saham-saham tersebut.
Saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) juga mencatatkan kenaikan yang cukup besar, yaitu sebesar 28,32%. Selain itu, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) tercatat naik sebesar 24,62%, disusul dengan PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) yang naik 18,02%. PT Green Power Group Tbk (LABA) juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 15,70%. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi investor yang berfokus pada saham-saham dengan potensi pertumbuhan yang lebih baik.
Meskipun ada saham-saham yang mencatatkan keuntungan, secara keseluruhan IHSG masih tertekan dengan dominasi penurunan. Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pergerakan pasar hari ini antara lain sentimen pasar global, kondisi ekonomi domestik yang belum stabil, serta dampak dari kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh bank-bank sentral di negara besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









