APPI: Pengguna Paylater Harus Cermat Agar Bisa Dapat Kredit Rumah Impian

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung program pemerintah dalam penyediaan 3 juta hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di awal 2025.
Program ini turut mendapat sambutan positif dari industri Paylater sebagai salah satu metode pembiayaan yang semakin populer.
Namun, masyarakat yang ingin mengajukan kredit perumahan harus memperhatikan beberapa faktor penting agar lebih mudah mendapatkan persetujuan.
Beberapa di antaranya adalah status di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), kredibilitas keuangan, kemampuan membayar cicilan, serta kondisi makroekonomi dan industri.
Baca Juga: Atasi Backlog Perumahan, BI dan Pemerintah Kompak Genjot Program 3 Juta Rumah
SLIK: Kunci Kelancaran Kredit Perumahan
Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencatat riwayat pembayaran debitur terhadap pinjaman sebelumnya, termasuk dari bank dan lembaga keuangan lainnya.
Jika terdapat keterlambatan atau tunggakan, maka status SLIK akan memburuk dan dapat menghambat persetujuan kredit rumah.
Masyarakat yang ingin mendapatkan kredit perumahan disarankan untuk menjaga skor SLIK tetap baik dengan membayar cicilan tepat waktu.
Setelah melunasi pinjaman, debitur juga perlu memastikan bahwa status SLIK mereka sudah diperbarui dengan meminta surat pelunasan dari lembaga keuangan terkait.
Selain itu, calon debitur juga harus bijak dalam mengelola utang dengan memastikan total cicilan per bulan tidak lebih dari 30% dari pendapatan bulanan agar keuangan tetap stabil dan tidak mengalami kesulitan pembayaran di masa depan.
Baca Juga: BI Suntik Rp80 Triliun, Program 3 Juta Rumah Dijamin Lancar!
Industri Paylater Dukung Akses Kredit yang Bertanggung Jawab
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiranto, menegaskan bahwa industri Paylater tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit kepada calon debitur. Ia memastikan bahwa setiap pemberian kredit dilakukan dengan manajemen risiko yang ketat.
"Industri Paylater akan terus berkomitmen untuk menyediakan pembiayaan yang terjangkau dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. Kami yakin kebutuhan pembiayaan akan terus bertumbuh, tetapi harus diimbangi dengan keputusan bijak dari pemberi kredit dan calon debitur," jelas Suwandi.
Dengan semakin berkembangnya metode pembayaran kredit seperti Paylater, masyarakat harus semakin cermat dalam mengelola keuangan agar tetap memenuhi syarat mendapatkan kredit perumahan.
Dengan perencanaan finansial yang baik, memiliki rumah impian bukan lagi sekadar angan-angan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







