AKURAT.CO Bitcoin alami tekanan pasar yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, mencatatkan penurunan terendah dalam empat bulan terakhir. Sehingga muncul pertanyaan di kalangan investor, apakah ini saat yang tepat untuk membeli atau justru menunggu?
Pada Selasa (11/3/2025), aset digital ini sempat turun ke level USD77.186,93 sebelum akhirnya rebound ke USD81.558,12. Meskipun ada tanda-tanda pemulihan, harga Bitcoin masih jauh dari zona USD100.000.
Menurut Kepala investasi kripto di Evergreen Growth, Hayden Hughes, Bitcoin saat ini berada di zona jenuh jual atau oversold. Ia memperkirakan akan ada aksi beli besar dalam waktu dekat, mengingat strategi pencadangan Bitcoin secara “budget-neutral” yang baru saja diumumkan. Hal ini bisa menjadi katalis bagi harga Bitcoin untuk kembali menguat.
Baca Juga: Bitcoin Turun di Bawah USD84.000, Investor Makin Galau
Dikutip dari Bloomberg, kekhawatiran terhadap kebijakan ekonomi AS masih membayangi pasar. Pernyataan mantan Presiden Donald Trump mengenai tarif perdagangan dengan Kanada, Meksiko, dan China menambah tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto.
Trump bahkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi resesi, yang dapat memperburuk aksi jual di pasar finansial global.
Kepala riset di Presto Research, Peter Chung, menilai bahwa bukan hanya Bitcoin yang terdampak, tetapi seluruh pasar aset berisiko sedang mengalami tekanan.
Dirinya mengungkapkan bahwa para investor masih dalam kondisi wait and see, terutama setelah kabar seputar tarif perdagangan dan pemotongan belanja pemerintah AS yang semakin memicu ketidakpastian pasar.
Secara teknikal, Bitcoin memang mengalami koreksi sebesar 70 basis poin dalam 24 jam terakhir.
Namun, penurunan ini masih lebih ringan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 2,7%. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih ada, tetapi tidak sekuat sebelumnya.
Baca Juga: Bitcoin Cenderung Turun di Ramadan, Bos Indodax: Perubahan Psikologi Pasar
Selain Bitcoin, altcoin utama seperti Ethereum juga mengalami penurunan tajam, merosot hingga 7,9% ke level USD1.922,21. Sementara itu, XRP turun 1,7% ke USD2,15, Solana anjlok 2,8% ke USD124,23, dan Cardano melemah 2,1% ke USD0,72. Koreksi ini menandakan bahwa tekanan jual masih cukup kuat di pasar kripto.
Bagi investor yang berpikir jangka panjang, kondisi oversold seperti ini bisa menjadi peluang untuk melakukan akumulasi.
Namun, bagi trader yang mencari keuntungan jangka pendek, risiko volatilitas masih sangat tinggi, sehingga penting untuk mempertimbangkan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan.
Jika Bitcoin berhasil bertahan di atas level USD80.000 dalam beberapa hari ke depan, ada kemungkinan besar akan terjadi rebound yang lebih signifikan.
Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun kembali ke level USD77.000, Bitcoin bisa memasuki fase bearish yang lebih dalam.
Dengan ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, keputusan beli atau jual sangat bergantung pada strategi masing-masing investor. Bagi yang memiliki toleransi risiko tinggi, level saat ini bisa menjadi kesempatan membeli di harga diskon.
Namun, bagi yang lebih konservatif, menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum masuk bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









