BEI Terapkan Trading Halt Usai IHSG Longsor 5 Persen Lebih

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara atau trading halt usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam.
IHSG terpantau turun 6,78% (438,8 poin) ke 6.033,06 pada perdagangan Selasa (18/3/2025) pukul 12.05 WIB.
Menurut perwakilan BEI, trading halt dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
Baca Juga: IHSG Turun 1,98 Persen di Penghujung Pekan, Siapa Top Losers dan Top Gainers?
"Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa, 18 Maret 2025 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen," tulis BEI dalam laman resmi, Selasa (18/3/2025).
Menariknya, banyak spekulasi beredar di tengah trading halt ini, misalnya pelemahan daya beli kelas menengah, over price saham konglomerat dan sebagainya.
Menurut Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, data perekonomian domestik saat ini tak begitu baik, tercermin dari melemahnya tingkat menengah yang merupakan sumber pendapatan pemerintah.
Penerimaan pajak juga anjlok pada Februari. Ditambah lagi terjadi deflasi ke level teparah dalam 25 tahun terakhir.
Artinya, meski harga-harga cenderung terjangkau (turun), masyarakat pun tetap enggan membeli. Untuk itu, pelaku pasar 'menghukum' pemerintah lewat ambruknya IHSG sembari menantikan kebijakan yang pro market.
Analis lain bilang IHSG terseret anjlognya kinerja saham-saham konglomerat yang valuasinya sudah tinggi. Misalnya saham PT Barito Pasific Tbk(BRPT) milik konglomerat Prajogo Pangestu yang terjun bebas 185 poin atau 23,87% ke Rp590.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








