PGAS Dilirik Investor, Rekomendasi Buy Menguat Jelang Perdagangan Awal Juni

AKURAT.CO Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadi salah satu primadona yang direkomendasikan KB Valbury Sekuritas menjelang perdagangan awal pekan, Senin (2/6/2025). Emiten yang bergerak di sektor distribusi dan transmisi gas bumi ini dinilai masih memiliki potensi teknikal yang kuat untuk memberikan keuntungan bagi para pelaku pasar.
KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham PGAS dengan target harga harian di Rp1.875. Sementara harga masuk yang disarankan berada di kisaran Rp1.790 hingga Rp1.820. Analis juga mengingatkan agar investor mewaspadai jika harga menyentuh level support Rp1.790, karena berpotensi menuju titik stop loss di Rp1.705.
Performa saham PGAS terpantau stabil menjelang pekan baru. Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (28/5/2025), saham PGAS ditutup melemah tipis sebesar 0,27% ke level Rp1.820.
Baca Juga: BI: Aliran Modal Asing Terus Positif Meski Ada Penurunan di Pasar Saham
Meski demikian, tren positif masih terjaga, tercermin dari kenaikan 4,3% selama sepekan terakhir, serta penguatan 6,4% dalam sebulan dan 14,4% secara year-to-date (ytd).
Katalis positif lainnya datang dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 28 Mei 2025. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyepakati pembagian dividen tunai sebesar USD272 juta atau setara Rp4,4 triliun.
Ini berarti setiap saham PGAS akan menerima dividen sebesar Rp181, dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di level Rp16.200.
Menurut catatan Stockbit Sekuritas, rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) PGAS mencapai 80%, dengan dividend yield mencapai 9,6% berdasarkan harga intraday saham di Rp1.890. Angka ini cukup menarik bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari dividen.
Baca Juga: Trump Salahkan Joe Biden atas Anjloknya Pasar Saham dan Ekonomi AS
Salah satu sorotan menarik datang dari aksi investor legendaris Lo Kheng Hong yang kembali menambah kepemilikannya di saham PGAS. Hingga 30 April 2025, ia tercatat menggenggam 268.886.100 saham atau setara 1,11% dari total saham beredar, naik sekitar 350 ribu saham dari posisi akhir Maret.
Dari sisi fundamental, PGAS juga mendapatkan angin segar lewat penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan Inpex Masela, anak usaha Inpex Corporation asal Jepang. Kesepakatan ini terkait penjualan Liquefied Natural Gas (LNG) dari proyek Lapangan Abadi di Blok Masela.
Penandatanganan Heads of Agreement (HoA) berlangsung di ajang IPA Convex 2025 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Direktur Utama PGAS Arief S Handoko.
Direktur Utama PGAS, Arief S Handoko, menyatakan bahwa pasokan LNG dari Blok Masela akan menjadi pelengkap penting bagi ketahanan energi nasional.
“Pasokan gas dari Blok Masela diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen PGN dalam menyediakan energi yang bersih dan efisien bagi pelanggan domestik,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (1/6/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








