Dana Asing Rp2,83 Triliun Banjiri RI dalam Sepekan, Didominasi SRBI
Hefriday | 28 Juni 2025, 19:13 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal asing masuk sebesar Rp2,83 triliun ke pasar keuangan domestik dalam periode 23 hingga 25 Juni 2025.
Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa mayoritas aliran dana asing masuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp3,68 triliun.
Selain itu, dana asing juga masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,29 triliun. Namun demikian, terdapat pula aliran dana keluar dari pasar saham sebesar Rp2,14 triliun.
“Berdasarkan data transaksi 23–25 Juni 2025, nonresiden tercatat melakukan beli neto sebesar Rp2,83 triliun. Rinciannya adalah beli neto sebesar Rp1,29 triliun di pasar SBN, Rp3,68 triliun di SRBI, dan jual neto Rp2,14 triliun di pasar saham,” ungkap Ramdan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (28/6/2025).
Secara kumulatif, dari 1 Januari hingga 25 Juni 2025, investor asing tercatat melakukan jual neto sebesar Rp52,05 triliun di pasar saham dan Rp35,87 triliun di SRBI. Sementara itu, mereka melakukan beli neto sebesar Rp40,8 triliun di pasar SBN.
Data ini mengindikasikan bahwa meski terjadi tekanan di pasar saham, minat investor asing terhadap instrumen utang pemerintah tetap tinggi.
Menurunnya tingkat imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun ke level 6,67% menjadi indikasi bahwa permintaan terhadap surat utang pemerintah meningkat.
Di sisi lain, yield US Treasury Note tenor 10 tahun juga ikut turun menjadi 4,291% pada 25 Juni 2025, menandakan tren global terhadap aset berisiko relatif stabil.
Sementara itu, premi risiko investasi Indonesia, yang diukur melalui credit default swap (CDS) tenor lima tahun, menunjukkan penurunan dari 81,06 basis poin pada 20 Juni menjadi 78,05 basis poin pada 25 Juni 2025.
Penurunan ini mencerminkan persepsi risiko yang membaik terhadap perekonomian Indonesia di mata investor global.
Dari sisi nilai tukar, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.233 per dolar AS pada Rabu, 26 Juni 2025. Pergerakan rupiah yang cenderung stabil ini turut memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar keuangan.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah tekanan eksternal.
“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujar Ramdan.
SRBI sebagai salah satu instrumen yang relatif baru dalam mendukung stabilitas moneter terbukti efektif dalam menarik minat investor asing.
Sejak diluncurkan, SRBI telah mencatat penarikan modal asing hingga ratusan triliun rupiah, menunjukkan potensi instrumen ini sebagai alternatif investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








