AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pengembangan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan pasar modal.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya BEI dalam meningkatkan kualitas aksi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) serta memperkuat profil perusahaan tercatat (emiten).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa BEI secara aktif mendorong edukasi mendalam terkait proses dan kesiapan IPO kepada para calon emiten.
Hal ini dilakukan agar proses pencatatan saham di bursa tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga mencerminkan kesiapan fundamental dari perusahaan.
“BEI berkomitmen pada kegiatan pengembangan dan edukasi yang berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan bahwa informasi dan kesiapan terkait IPO betul-betul dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nyoman di Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Melalui unit kerja khusus, BEI menggelar berbagai kegiatan seperti go public workshop, coaching clinic, serta one-on-one meeting dengan calon emiten.
BEI juga menyelenggarakan networking event untuk mempertemukan pelaku usaha dengan profesional penunjang pasar modal seperti konsultan hukum, penjamin emisi efek, dan auditor.
“Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah akses perusahaan terhadap ekosistem pasar modal dan mempercepat proses transformasi mereka menuju status perusahaan terbuka,” jelas Nyoman.
Kerja sama strategis juga terus dibangun BEI dengan berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga pemerintah, asosiasi pengusaha, perbankan, hingga pelaku industri lainnya. Tujuannya untuk menjangkau lebih banyak calon emiten potensial di seluruh wilayah Indonesia.
Tak hanya edukasi seputar IPO, BEI juga memberikan pembekalan mengenai penerbitan sukuk, obligasi, serta instrumen efek lainnya sebagai bentuk diversifikasi investasi di pasar modal Indonesia.
Menurut Nyoman, keputusan untuk melakukan IPO merupakan langkah korporasi yang sangat strategis dan memerlukan persiapan yang matang, tidak hanya dari sisi eksternal pasar, tetapi juga internal perusahaan.
“Keberhasilan IPO bergantung pada kesiapan menyeluruh, mulai dari kondisi keuangan yang sehat, tata kelola yang baik, hingga kualitas manajemen dan cerita bisnis (equity story) yang menarik,” ujarnya.
Sepanjang pekan ini, delapan perusahaan resmi mencatatkan sahamnya di BEI melalui IPO. Menariknya, enam di antaranya langsung menyentuh batas atas harga perdagangan atau Auto Reject Atas (ARA), yang menunjukkan antusiasme tinggi dari investor terhadap saham baru yang berkualitas.
Secara kumulatif, hingga pertengahan Juli 2025, sebanyak 22 perusahaan telah sukses melangsungkan IPO. Sementara itu, empat perusahaan lainnya tengah dalam proses antrian pencatatan saham di BEI.
Dengan jumlah perusahaan tercatat yang telah mencapai 965 emiten, BEI optimistis dapat mencapai target 1.000 perusahaan tercatat pada akhir tahun 2025.
Target ini mencerminkan dinamika positif pasar modal nasional dan semakin besarnya kepercayaan pelaku usaha terhadap mekanisme pendanaan melalui bursa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









