AKURAT.CO Bitcoin terus menunjukkan tren penguatan sejak awal bulan ini. Aset kripto terbesar di dunia tersebut kini menembus kisaran harga USD116.000 dan memicu ekspektasi kuat bahwa pergerakan menuju level psikologis USD120.000 tinggal menunggu waktu.
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (21/9/2025), momentum positif ini ditopang oleh aktivitas investor yang semakin kokoh. Para pemegang (holder) Bitcoin memperlihatkan keyakinan yang kembali pulih setelah sempat goyah di kuartal sebelumnya. Kombinasi antara kekuatan teknikal dan fundamental menjadi sinyal bullish yang kian jelas di pasar.
Data terbaru menunjukkan akumulasi Bitcoin mencetak rekor tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir. Hanya dalam 24 jam terakhir, tercatat lebih dari 23.000 BTC senilai lebih dari USD2,67 miliar diborong investor dan ditarik keluar dari bursa kripto (exchange).
Baca Juga: Tom Lee Taksir Bitcoin Tembus USD200.000 di 2025
Secara historis, arus keluar dari exchange menandakan investor cenderung menyimpan aset untuk jangka panjang, bukan sekadar mencari keuntungan jangka pendek. Perubahan pola ini mencerminkan pergeseran sentimen yang signifikan dibanding periode sebelumnya, saat tekanan jual lebih dominan.
Dari sisi teknikal, indikator squeeze momentum memberikan sinyal pelepasan bullish. Artinya, ada dorongan kuat yang membuka peluang bagi Bitcoin untuk memperluas kenaikan harga dalam waktu dekat. Kondisi ini sekaligus menegaskan resiliensi Bitcoin meski pasar kripto global masih penuh gejolak.
Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran USD116.027. Namun, aset digital tersebut tengah menghadapi resistance penting di level USD117.261. Level ini menjadi penghalang utama yang beberapa kali menahan laju kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Apabila Bitcoin mampu menembus resistance tersebut dan menjadikannya support baru, peluang reli menuju USD120.000 kian terbuka lebar. Tekanan beli yang solid serta dukungan indikator momentum membuat skenario ini sangat mungkin terwujud dalam hitungan hari.
Meski demikian, risiko koreksi tetap membayangi. Jika momentum melemah, tekanan jual bisa kembali muncul. Penurunan ke level support USD115.000 bahkan berpotensi menyeret harga lebih jauh hingga USD112.500, yang akan membatalkan tren bullish saat ini.
Dengan situasi pasar yang semakin kompetitif, pergerakan Bitcoin akan terus menjadi sorotan global. Reli menuju USD120.000 dianggap sebagai ujian krusial yang akan menentukan apakah Bitcoin mampu melanjutkan dominasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









