Kemenkeu Ubah Pola Pelaporan Utang Demi Perkuat Kredibilitas Data

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan perubahan kebijakan dalam pelaporan data utang pemerintah pusat mulai tahun 2025.
Jika sebelumnya data utang diterbitkan setiap bulan, kini publikasi dilakukan per tiga bulan atau triwulanan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, menjelaskan langkah ini diambil untuk memastikan konsistensi antara data utang dan data produk domestik bruto (PDB) nasional yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap kuartal.
Baca Juga: Kemenkeu: Proyeksi Bank Dunia Jadi Masukan, Bukan Patokan Ekonomi
“Supaya statistiknya lebih kredibel. Agar rasio utang tidak berdasarkan asumsi, tapi realisasi,” ujar Suminto dalam temu media di Bogor, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, perubahan ini sejalan dengan prinsip transparansi fiskal dan upaya memperkuat tata kelola keuangan negara.
Dengan penyajian data yang lebih sinkron, masyarakat dan pelaku pasar dapat menilai kondisi utang negara dengan lebih objektif.
Sebagai informasi, pada akhir Juni 2025, Kemenkeu mencatat total utang pemerintah mencapai Rp9.138,05 triliun atau 39,86% terhadap PDB. Rasio tersebut dinilai masih dalam batas aman dan relatif moderat dibandingkan dengan negara-negara anggota G20.
Baca Juga: Purbaya Pastikan Kinerja Kemenkeu Tetap Normal Usai Anggito Pindah ke LPS
Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong kepercayaan publik dan investor terhadap pengelolaan keuangan negara, di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







