Guyuran Dana Rp200 Triliun Dorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai langkah pemerintah memindahkan dana sebesar Rp200 triliun ke perbankan nasional menjadi salah satu faktor yang menumbuhkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Meski bukan kebijakan besar, Purbaya menilai dampaknya cukup signifikan terhadap pergerakan sektor riil.
“Kalau lihat angkanya, seolah kebijakan besar. Padahal tidak. Tapi dampaknya ke perekonomian berbeda,” ujar Purbaya dalam forum 1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: Kemenkeu: Lonjakan Restitusi Cermin Sistem Pajak yang Sehat
Purbaya menjelaskan, dana tersebut sebelumnya ditempatkan di bank sentral tanpa memberikan efek langsung ke perekonomian. Namun, setelah digeser ke bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dana itu langsung mengalir ke sektor swasta melalui penyaluran kredit.
“Karena sistem yang tadinya kering, kini ada uang berputar. Itu yang menimbulkan optimisme di ekonomi. Bukan hanya dari ucapan saya, tapi karena memang ada pergerakan nyata,” katanya.
Ia menambahkan, langkah ini juga memperkuat likuiditas perbankan sehingga lembaga keuangan memiliki ruang lebih luas untuk menyalurkan kredit produktif. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa optimalisasi dana pemerintah dapat mempercepat sirkulasi uang dan mendongkrak pertumbuhan.
Baca Juga: Kemenkeu Kaji Tambahan Penempatan Dana di Bank Himbara
“Bank-bank merasa likuiditasnya meningkat. Tapi saya ingatkan, dana itu harus segera disalurkan agar ekonomi benar-benar bergerak,” tegasnya.
Purbaya juga menuturkan bahwa kebijakan ini tidak lepas dari koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Dirinya mengaku telah meminta otoritas moneter untuk tidak menyerap kembali dana likuiditas yang sudah disuntikkan.
“Untungnya, Bank Indonesia tidak menyerap dana itu. Kalau diserap lagi, percuma. Tapi saya masih punya cadangan dana lain yang bisa digerakkan bila dibutuhkan,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Purbaya, strategi ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga momentum pertumbuhan menuju target ekonomi 8% pada 2029, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









