Harga Emas dan Perak Kompak Naik Abaikan Ketidakpastian Politik AS
Hefriday | 13 November 2025, 12:40 WIB

AKURAT.CO Harga emas (XAU) dan perak (XAG) terus menunjukkan penguatan di tengah sentimen positif pasar komoditas global.
Optimisme investor terlihat meningkat meskipun situasi politik di Amerika Serikat masih diwarnai pembahasan soal kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintahan (government shutdown).
Pasar tampaknya mulai mengabaikan ketidakpastian politik Negeri Paman Sam dan lebih fokus pada kekuatan fundamental dua logam mulia tersebut.
Dikutip dari BeinCrypto, Kamis (13/11/2025) menurut analisnysa, jika Kongres AS benar-benar menyetujui resolusi untuk mengakhiri penutupan pemerintahan pekan ini, maka potensi reli harga emas dan perak semakin terbuka lebar.
“Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali penutupan pemerintahan AS berakhir, pasar cenderung mengalami lonjakan likuiditas. Kondisi ini berpotensi mendorong arus dana masuk ke aset lindung nilai seperti emas dan perak,” ujarnya.
Harga emas kini berada di fase bull flag pattern, pola yang umumnya menandakan kelanjutan tren naik. Berdasarkan grafik empat jam, target kenaikan diproyeksikan mencapai USD4.272, atau naik sekitar 3,16% dari posisi saat ini.
Indeks kekuatan relatif (RSI) di level 64 menunjukkan ruang penguatan masih terbuka sebelum memasuki area overbought. Selama harga bertahan di atas USD4.217, peluang untuk mencapai target berikutnya di USD4.381 masih cukup besar.
Namun, jika tekanan jual meningkat, harga emas berisiko terkoreksi ke level USD4.061, bahkan kembali ke zona konsolidasi di kisaran USD3.964 per troy ounce.
Sementara itu, harga perak juga mencatat tren kenaikan yang stabil. Berdasarkan indikator Fibonacci retracement, level dukungan penting berada di USD50,96. Jika level ini bertahan, harga XAG/USD berpeluang menguat menuju USD52,46, bahkan USD54,37 dalam jangka pendek.
Meski RSI perak telah berada di atas 80, menandakan kondisi jenuh beli, analis menilai momentum kenaikan masih belum berakhir. “Selama minat beli bertahan dan support di bawah USD51 tidak ditembus, tren bullish masih valid,” tulis analisis tersebut.
Namun, potensi koreksi tetap terbuka. Jika perak gagal bertahan di atas USD50,96, harga bisa turun ke USD49,91 atau bahkan USD48,86, sesuai level Fibonacci retracement berikutnya.
Kenaikan harga emas dan perak belakangan ini juga didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global, termasuk kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







