Bank Neo Commerce Kerja Sama Bancassurance dengan Zurich Perkuat Layanan Perlindungan Nasabah

AKURAT.CO PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) menjalin kerja sama strategis dengan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. (ZADI) untuk menghadirkan produk asuransi Critical Illness Optimal Protection kepada nasabah BNC melalui skema bancassurance.
Produk ini memberikan manfaat santunan kepada tertanggung apabila didiagnosis mengidap penyakit kritis tahap awal, penyakit kritis tahap akhir, atau penyakit terminal (terminal illness), termasuk di antaranya perlindungan terhadap 34 penyakit kritis, dan sudah tersedia bagi nasabah di seluruh kantor cabang BNC sejak November 2025 lalu.
Kerja sama ini menjadi langkah penting BNC dalam memperluas pilihan layanan yang dapat mendukung kebutuhan perlindungan dan perencanaan kesehatan nasabah. Saat ini, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap asuransi kesehatan masih tergolong rendah, terlihat dari tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih di level 2,72 persen per Februari 2025 berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ini menunjukkan masih sedikitnya masyarakat yang memiliki produk asuransi kesehatan. Di sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, stroke, jantung, dan gagal ginjal menjadi penyebab sekitar 75% kematian di Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Kemitraan Bisnis, FWD Insurance dan OCBC Tandatangani Kerja sama Bancassurance
Data Kemenkes juga menunjukkan bahwa stroke sendiri menyumbang 15,4% penyebab kematian, sementara penyakit jantung iskemik berada di angka 14,38%. Rendahnya penetrasi asuransi dan tingginya beban penyakit kritis ini menegaskan perlunya solusi perlindungan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Hal ini menjadi latar belakang penting bagi BNC untuk menggandeng mitra tepercaya, yaitu Zurich, untuk menyediakan solusi perlindungan yang lebih kuat dan relevan bagi nasabah.
Menurut Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan BNC dalam menyediakan layanan yang bernilai tambah. Risiko penyakit kritis adalah risiko yang nyata dan bisa terjadi pada siapa saja, dan dampaknya bisa sangat besar terhadap kondisi finansial keluarga.
"Karena itu, BNC memandang pentingnya menghadirkan solusi perlindungan yang benar-benar relevan dan mudah diakses oleh masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan nasabah BNC punya lebih banyak pilihan saat merencanakan masa depan mereka dengan aman, dan kami hadir untuk mendukung setiap langkah finansial yang mereka ambil," ujar Eri.
Melalui kerja sama dengan Zurich, BNC memperluas portofolio layanan keuangan dengan menghadirkan produk yang dirancang untuk membantu nasabah menghadapi risiko penyakit kritis tanpa mengganggu stabilitas finansial mereka dengan harga yang terjangkau, sehingga secara luas dapat dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Hadirnya kerja sama ini merupakan wujud nyata dari upaya BNC dan Zurich untuk mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan kesehatan finansial masyarakat.
Kerja sama ini juga memperkuat daya saing BNC dalam menyediakan layanan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada produk perbankan, tetapi juga pada solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern, khususnya nasabah perorangan yang membutuhkan perlindungan lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









