Menko Airlangga: Debitur KUR Terdampak Bencana Tetap Berstatus Lancar

AKURAT.CO Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dampak bencana alam terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah wilayah Sumatera.
Pemerintah menyiapkan kebijakan relaksasi agar debitur terdampak tidak masuk kategori gagal bayar.
Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Airlangga menyampaikan bahwa total penyaluran KUR di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp43,95 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 1.018.282 orang.
Baca Juga: Paket Kebijakan Khusus Debitur KUR Terdampak Banjir Sumatera Segera Meluncur
Dari total tersebut, nilai KUR yang terdampak langsung oleh bencana tercatat sebesar Rp8,9 triliun dengan jumlah debitur mencapai 158.848 orang.
“Yang terdampak kepada bencana ini ada Rp8,9 triliun dan 158.848 debitur,” ujar Airlangga dalam laporannya kepada Presiden.
Airlangga menegaskan, pemerintah mengusulkan kebijakan penghapusan kewajiban pembayaran angsuran pokok dan bunga bagi debitur KUR yang terdampak.
Meski demikian, penyalur KUR tetap menerima pembayaran pokok dan bunga tanpa perlu melakukan klaim, karena pemerintah akan menanggung subsidi bunga atau subsidi margin KUR reguler.
Dengan skema tersebut, status kolektibilitas kredit debitur tetap dijaga hingga posisi 30 November 2025. Hal ini dilakukan agar debitur terdampak bencana tidak masuk dalam kategori kredit bermasalah.
Baca Juga: Pimpinan Komisi VII DPR Dukung Rencana Presiden Prabowo Hapus Utang KUR Petani Terdampak Bencana
“Status kolektibilitas tetap sampai dengan posisi 30 November 2025. Jadi mereka tidak default,” kata Airlangga.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan usaha pelaku UMKM sekaligus menjaga stabilitas sistem penyaluran KUR di daerah terdampak bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







