AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) mengangkat Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Dirut BEI, menggantikan Iman Rachman.
Keputusan itu diambil melalui rapat internal dewan direksi BEI pada pekan lalu yang juga telah disetujui oleh dewan komisaris. Selagi mengemban tugas sebagai Direktur Utama, Jeffrey juga tetap menjalankan tugas sebagai Direktur Pengembangan BEI.
"Kemarin melalui mekanisme internal BEI, BEI juga sudah melakukan rapat direksi dan menunjuk pjs dirut dan sudah disetujui dewan komisaris," ujarnya di sela Konferensi Pers Penataan dan Penguatan Pasar Modal RI di Wisma Danantara, Minggu Malam (31/1/2026).
Baca Juga: BEI Sudah Tunjuk Pjs Dirut BEI, Diumumkan Senin
Usai menjabat sementara posisi BEI 1, Jeffrey pun membagikan sejumlah langkah perbaikan pasar modal. Antara lain, meningkatkan disclosure data kepemilikan saham secara lebih granular, termasuk shareholders name di bawah 5% mulai Februari 2026.
Lalu bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga akan memperbarui klasifikasi tipe Single Investor Identification (SID) yang saat ini masih terbagi ke dalam sembilan kategori.
Ke depan, BEI akan menambah sejumlah klasifikasi baru seperti Sovereign Wealth Fund (SWF), private equity (PE), investment advisor, discretionary fund dan lainnya. "Kami harap proses ini dapat diselesaikan paling lambat April 2026, sebelum timeline yang ditetapkan oleh MSCI," tegas Jeffrey.
Profil Jeffrey Hendrik
Jeffrey menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui RUPST pada 29 Juni 2022 hingga saaat ini.
Ia memulai karier di PT Zone Pratama (1994-1996), kemudian melanjutkan sebagai Corporate Finance PT Transpacific Securindo (1996-1999) dan sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas (1999-2022).
Jeffrey juga menjadi Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019-2020), Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Anggota Departement Perdagangan Efek (2020-2022), dan Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK sejak tahun 2021.
Dari sisi latar belakang pendidikan, Jeffrey meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada tahun 1995.
Pada perdagangan sesi II Senin (2/2/2026) pukul 14.57, IHSG terpantau masih memerah 444,53 poin atau 5,34% ke 7.885,07.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










