Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat, Biaya Mudik Berpotensi Turun

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan kebijakan stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% untuk pembelian tiket pesawat selama periode mudik Lebaran 2026.
Langkah ini diharapkan memberi dampak signifikan pada penurunan harga tiket dan daya beli masyarakat menjelang puncak arus balik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa besaran stimulus kali ini jauh lebih besar dibandingkan dengan kebijakan pada periode Natal 2025 – Tahun Baru 2026, yang hanya menanggung 6% dari total PPN.
“Kalau yang lalu di Natal kan 6 persen yang ditanggung, tetapi kalau yang kali ini (Lebaran 2026) full,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: KAI: Tiket Mudik Lebaran 2026 Mulai Diburu, 16 Ribu Tiket Sudah Terjual
Aturan turunan stimulus tersebut tengah disusun dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ditargetkan rampung paling lambat Senin (9/2).
Dengan selesainya regulasi, masyarakat diperkirakan memiliki waktu cukup untuk memesan tiket dengan harga lebih kompetitif.
Pemerintah juga mengintegrasikan stimulus ini dengan rangkaian diskon transportasi lintas moda termasuk kereta api, angkutan laut, dan transportasi darat serta potongan tarif jalan tol. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus mudik, tetapi juga mengangkat aktivitas ekonomi nasional di berbagai daerah.
Baca Juga: Tiket Mudik Gratis Pelni Masih Tersedia 2.996 Kursi, Buruan Daftar!
Selama periode Nataru 2025-2026, serangkaian insentif transportasi berhasil mendorong mobilitas dan melebihi target, khususnya di sektor penerbangan.
Stimulus PPN ditambah diskon fuel surcharge dan biaya jasa kebandarudaraan sebelumnya menurunkan tarif hingga 13-14%, dengan realisasi jumlah penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2% dari target. Keberhasilan itu menjadi pijakan pemerintah untuk memperluas stimulus pada Lebaran 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








