HAIS Beberkan Tantangan Operasional Bisnis Berkelanjutan

AKURAT.CO PT Hasnur Internasional Shipping Tbk. (HAIS) membeberkan sejumlah tantangan dalam menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan. Hal tersebut dijelaskan manajemen dalam Laporan Keberlanjutan 2025 perseroan.
Perseroan mengatakan tantangan pertama merupakan faktor eksternal seperti fluktuasi pasar, kebijakan pemerintah, serta kondisi geopolitik global. Dinamika ini menuntut Perusahaan untuk mampu beradaptasi tanpa mengabaikan komitmennya terhadap keberlanjutan, baik dari sisi efisiensi energi, keselamatan pelayaran, maupun keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi penopang utama kegiatan usaha.
Selain faktor eksternal, perseroan juga menghadapi permasalahan internal yang berkaitan dengan integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam budaya organisasi dan tata kelola perusahaan. Upaya untuk menyelaraskan tujuan bisnis dengan nilai-nilai keberlanjutan memerlukan perubahan paradigma di seluruh level organisasi, mulai dari manajemen puncak hingga karyawan operasional.
Baca Juga: Perkuat Kinerja Semester II-2025, HAIS Tambah Satu Set Armada Baru
"Tantangan muncul ketika pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan belum merata, sehingga beberapa inisiatif yang dirancang belum sepenuhnya berjalan efektif. Perseroan terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan komunikasi berkelanjutan agar setiap individu memiliki pemahaman yang sama terhadap arah strategis keberlanjutan Perusahaan," tulis manajemen.
Dari sisi teknis, permasalahan lain yang dihadapi Perseroan terkait dengan kebutuhan investasi dalam teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan sistem pengelolaan limbah yang berstandar tinggi. Proses pengadaan armada baru serta pemeliharaan kapal agar sesuai dengan ketentuan internasional seperti MARPOL (Marine Pollution Convention) membutuhkan pembiayaan yang besar dan waktu implementasi yang tidak singkat.
Selain itu, adaptasi terhadap regulasi baru di bidang lingkungan dan pelayaran sering kali menghadirkan tantangan administratif yang mempengaruhi kecepatan Perusahaan dalam menyesuaikan standar operasionalnya. Permasalahan lain yang turut menjadi perhatian adalah perlunya penguatandalam sistem pelaporan dan pengukuran kinerja keberlanjutan.
Seiring dengan pengembangan inisiatif keberlanjutan yang terus berjalan, Perseroan secara bertahap memperkuat mekanisme monitoring dan evaluasi agar capaian program keberlanjutan dapat diukur secara lebih akurat dan transparan.
Keterlibatan pemangku kepentingan eksternal, seperti mitra usaha, masyarakat sekitar, dan instansi pemerintah, terus didorong untuk ditingkatkan untuk menciptakan sinergi dalam pelaksanaan program yang berdampak luas.
Dengan memahami tantangan-tantangan tersebut, Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistematis guna memastikan implementasi bisnis berkelanjutan berjalan efektif serta mendukung arah pembangunan maritim nasional yang berwawasan lingkungan dan inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







