Akurat
Pemprov Sumsel

Kinerja BTN 2025 Moncer: Aset Rp527,8 Triliun, Laba Naik 16,4 Persen, Kredit Perumahan Tetap Ngebut

Idham Nur Indrajaya | 9 Februari 2026, 19:18 WIB
Kinerja BTN 2025 Moncer: Aset Rp527,8 Triliun, Laba Naik 16,4 Persen, Kredit Perumahan Tetap Ngebut
 
AKURAT.CO PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menutup tahun 2025 dengan deretan capaian positif—mulai dari lonjakan aset, laba bersih yang tumbuh dua digit, ekspansi kredit perumahan, hingga peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Memasuki usia ke-76 pada 9 Februari 2026, bank spesialis pembiayaan rumah ini menunjukkan bahwa transformasi bisnis dan penguatan digital benar-benar berdampak nyata di tengah tantangan ekonomi global.

Di Jakarta, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memaparkan bagaimana strategi bisnis, efisiensi proses, serta fokus pada sektor perumahan membuat perseroan tetap melaju stabil sepanjang 2025.


Aset BTN Tembus Rp527,8 Triliun, Pangsa KPR Tetap Dominan

Sepanjang 2025, BTN mencatatkan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun, tumbuh 12,4% secara tahunan (yoy). Capaian ini memperkuat posisi BTN sebagai pemain utama pembiayaan hunian nasional.

Nixon menyebut, selama 76 tahun BTN telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Tak hanya itu, pangsa pasar kredit pemilikan rumah (KPR) BTN kini mencapai 39% secara nasional—angka yang menegaskan dominasinya di sektor perumahan.


Laba Bersih BTN 2025 Naik Double Digit

Kinerja solid di lini bisnis berbuah pada peningkatan profitabilitas. BTN membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, melonjak 16,4% yoy dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,0 triliun.

“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini. Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin,” ujar Nixon saat paparan kinerja BTN tahun 2025 di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.


Pendapatan Bunga Melejit, NIM Ikut Terkerek

Salah satu motor pertumbuhan laba BTN datang dari pendapatan bunga yang melonjak 23,0% yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025. Sementara itu, beban bunga relatif stabil di kisaran Rp17,9 triliun.

Kondisi ini membuat pendapatan bunga bersih melesat 57,5% menjadi Rp18,4 triliun, dari Rp11,7 triliun pada 2024.

BTN juga berhasil memperlebar margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) ke level 4,2%, naik 133 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2% pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9%,” tutur Nixon.


Kredit BTN Tumbuh 11,9%, Fokus Tetap di Perumahan

Di sisi penyaluran kredit, BTN mencatatkan pertumbuhan konsolidasian 11,9% yoy menjadi Rp400,6 triliun sepanjang 2025.

Mayoritas pembiayaan tetap diarahkan ke sektor perumahan yang mencapai Rp328,4 triliun, naik 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Rinciannya:

  • KPR Subsidi tumbuh 10% yoy menjadi Rp191,2 triliun

  • KPR Non-Subsidi meningkat 6,7% yoy menjadi Rp113,0 triliun


Kredit Program Perumahan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan

Tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi BTN lewat keterlibatan dalam Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025.

BTN tercatat sebagai bank penyalur terbesar KPP dengan total pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun, atau hampir separuh dari total penyaluran nasional.

“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” tutur Nixon.


DPK BTN Naik 14,6%, Bale by BTN Jadi Andalan Digital

Kepercayaan masyarakat terhadap BTN tercermin dari perolehan dana pihak ketiga yang tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp437,4 triliun.

Lonjakan ini tak lepas dari akselerasi transaksi digital melalui superapp Bale by BTN. Hingga akhir 2025:

  • Jumlah pengguna Bale naik 66,1% menjadi 3,7 juta user

  • Transaksi melonjak 79,2% menjadi 2,2 miliar

  • Nilai transaksi mencapai Rp103,6 triliun, naik 27,7%

Saldo nasabah Bale juga menyumbang Rp22,8 triliun terhadap DPK BTN, meningkat 15,3% yoy.

“Nominal saldo rata-rata pengguna Bale lebih tinggi, sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah. Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya,” tutur Nixon.


Kualitas Kredit Membaik, Modal Makin Kuat

Di tengah ekspansi agresif, BTN tetap menjaga kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 3,1%, dari sebelumnya 3,2%.

Perseroan juga meningkatkan pencadangan risiko dengan NPL Coverage 123,9%, serta memperkuat permodalan lewat capital adequacy ratio (CAR) 20,9%.

“BTN memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah 3,0% pada akhir tahun 2026 sejalan dengan membaiknya kualitas kredit,” ujar Nixon.


Anak Usaha Syariah BTN Melesat

Langkah strategis lain di 2025 adalah pendirian Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Per akhir 2025, BSN mencatat:

  • Total aset Rp73 triliun, naik 20,5%

  • Pembiayaan Rp55 triliun, tumbuh 25%

  • DPK Rp59 triliun, naik 18,4%

Kinerja ini mempertegas ambisi BTN dalam memperluas pasar perbankan syariah sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan nasional.


BTN Mantap Menuju Consumer Bank Lewat Strategi Beyond Mortgage

Lewat strategi Beyond Mortgage, BTN ingin bertransformasi menjadi consumer bank yang menyediakan solusi keuangan terintegrasi—tak hanya soal rumah, tetapi juga kebutuhan finansial keluarga secara menyeluruh.

“Dengan langkah Beyond Mortgage, BTN terus memantapkan aspirasinya untuk menjadi consumer bank yang memberikan solusi finansial terintegrasi bagi seluruh kebutuhan nasabah, sekaligus menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan nasional melalui akses pembiayaan kepemilikan rumah yang terjangkau bagi semua segmen masyarakat. Melalui aspirasi ini, BTN berharap dapat memberikan value creation bagi kesejahteraan rakyat dan perekonomian secara keseluruhan,” tutur Nixon.


Penutup

Capaian BTN sepanjang 2025 menunjukkan kombinasi antara ekspansi kredit, transformasi digital, penguatan modal, serta pengelolaan risiko yang disiplin. Dengan dukungan program pemerintah, inovasi lewat Bale by BTN, serta kinerja positif anak usaha syariah, BTN kian memantapkan posisinya sebagai tulang punggung pembiayaan perumahan nasional.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan sektor perbankan dan pembiayaan properti, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: BTN Festiversary 2026 Resmi Digelar: Promo KPR Mulai 2,65 Persen hingga Diskon Kuliner Rp76

Baca Juga: BTN Targetkan Biayai 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

FAQ Seputar Kinerja BTN Tahun 2025

1. Berapa total aset BTN pada tahun 2025?

BTN mencatatkan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun pada akhir 2025, atau tumbuh 12,4% secara tahunan dibandingkan 2024.


2. Berapa laba bersih BTN sepanjang 2025?

Laba bersih konsolidasian BTN mencapai Rp3,5 triliun, meningkat 16,4% yoy dari tahun sebelumnya.


3. Apa faktor utama yang mendorong kenaikan laba BTN?

Kenaikan laba BTN dipicu oleh lonjakan pendapatan bunga, efisiensi proses bisnis, stabilnya biaya pendanaan, serta pelebaran margin bunga bersih (NIM) menjadi 4,2%.


4. Berapa total kredit yang disalurkan BTN hingga akhir 2025?

BTN menyalurkan kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar Rp400,6 triliun, tumbuh 11,9% yoy.


5. Seberapa besar porsi kredit perumahan BTN?

Sebagian besar kredit BTN dialokasikan ke sektor perumahan, yakni mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025.


6. Berapa pertumbuhan KPR Subsidi dan Non-Subsidi BTN?

Pada 2025:

  • KPR Subsidi tumbuh 10% menjadi Rp191,2 triliun.

  • KPR Non-Subsidi naik 6,7% menjadi Rp113,0 triliun.


7. Apa itu Kredit Program Perumahan (KPP) dan peran BTN?

KPP adalah program pemerintah yang diluncurkan pada Oktober 2025 untuk mendukung pembiayaan hunian. BTN menjadi bank penyalur terbesar dengan total pembiayaan Rp2,6 triliun hingga akhir 2025.


8. Bagaimana kinerja dana pihak ketiga (DPK) BTN?

DPK BTN tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp437,4 triliun pada akhir 2025, didorong oleh peningkatan transaksi digital.


9. Seberapa besar kontribusi Bale by BTN terhadap kinerja BTN?

Superapp Bale by BTN mencatat lonjakan pengguna, transaksi, dan saldo. Per akhir 2025, saldo pengguna Bale menyumbang Rp22,8 triliun terhadap DPK BTN.


10. Bagaimana kondisi kualitas kredit BTN?

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross BTN turun menjadi 3,1%, sementara pencadangan risiko (NPL Coverage) meningkat menjadi 123,9%.


11. Berapa rasio kecukupan modal BTN pada akhir 2025?

BTN memiliki capital adequacy ratio (CAR) sebesar 20,9%, naik dari 18,5% pada tahun sebelumnya.


12. Apa target BTN untuk kualitas kredit di 2026?

BTN menargetkan rasio NPL dapat turun hingga di bawah 3,0% pada akhir 2026.


13. Apa itu Bank Syariah Nasional (BSN)?

BSN adalah anak usaha BTN di sektor perbankan syariah yang resmi berdiri pada 2025 sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.


14. Bagaimana kinerja BSN sepanjang 2025?

BSN membukukan:

  • Aset Rp73 triliun

  • Pembiayaan Rp55 triliun

  • DPK Rp59 triliun

Seluruhnya tumbuh double digit secara tahunan.


15. Apa yang dimaksud strategi Beyond Mortgage BTN?

Beyond Mortgage adalah strategi BTN untuk bertransformasi menjadi consumer bank yang menyediakan solusi keuangan terintegrasi, tidak hanya pembiayaan rumah tetapi juga layanan finansial keluarga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.