Salurkan Pendanaan hingga Rp3,7 Triliun di Jawa Barat, KrediOne Raih Penghargaan Mitra Pemberdayaan UMKM

AKURAT.CO KrediOne meraih Anugerah Mitra Pemberdayaan UMKM dalam ajang Pikiran Rakyat Award 2026 yang diselenggarakan di Bandung.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi KrediOne dalam memperluas akses pembiayaan, serta mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya di Jawa Barat.
Sejak 2019, KrediOne telah menyalurkan pendanaan di Jawa Barat dengan nilai kumulatif mencapai Rp3,7 triliun.
Penyaluran ini tidak hanya memperkuat akses permodalan bagi pelaku UMKM tetapi juga mendorong ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
Dalam menjalankan operasionalnya, KrediOne mengedepankan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) secara konsisten. Pendekatan ini memastikan proses bisnis berjalan secara disiplin, transparan dan bertanggung jawab. Sekaligus memperkuat perlindungan konsumen sebagai fondasi utama keberlanjutan industri.
Baca Juga: KrediOne Ikut Edukasi Literasi Keuangan Mahasiswa di Universitas Riau
Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan keuangan yang berdampak.
"Penghargaan ini menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi kami untuk terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan bertanggung jawab. KrediOne akan konsisten mengedepankan pengelolaan risiko yang disiplin, pemanfaatan teknologi berbasis data, serta penguatan tata kelola sebagai fondasi dalam membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan," jelasnya.
Selain penyaluran pembiayaan, KrediOne juga aktif mendorong literasi dan edukasi keuangan, baik bagi pelaku UMKM maupun generasi muda.
Inisiatif ini mencakup peningkatan pemahaman terhadap layanan pinjaman daring yang legal, penguatan kesadaran akan risiko Pinjol ilegal, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.
"Ke depan, KrediOne berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan, memperkuat inklusi keuangan. Serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif, sehat dan berkelanjutan," jelas Kuseryansyah, melalui keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Setelah Kyiv Memperbaiki Pipa Minyak dari Rusia, Hungaria Akan Cabut Larangan atas Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
- 2Kunci Jawaban Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya Bagian 7 dalam Pelatihan Pintar Kemenag
- 3Sustainability Industri Semen: Strategi Semen Merah Putih Ubah Tekanan Jadi Pertumbuhan
- 4Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
- 5Kisah Kurir Perempuan Lion Parcel: Bukti Nyata Emansipasi di Industri Logistik Indonesia
- 6MR D.I.Y. dan Rekosistem Resmikan Waste Station MRT Blok M, Solusi Nyata Atasi Krisis Sampah Jakarta?
- 7Pembukaan Sebagian Wilayah Udara Dimulai, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- 8Proyek Rp501 Miliar di Bengkulu Ngebut, Begini Peran PTPP dalam Percepatan Pendidikan
- 9Golkar Dukung Arahan Presiden Prabowo, Prioritaskan MBG untuk Anak Kurang Gizi
- 10KPK: Banyak PIHK Kembalikan Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji




