OJK: Pasar Modal Jadi Kunci Pembiayaan Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal Indonesia kini memiliki peran semakin strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah keterbatasan pembiayaan perbankan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pasar modal harus menjadi sumber utama pembiayaan jangka panjang untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kalau kita hanya rely pada perbankan rasanya tidak akan cukup. Jawabannya adalah pasar modal,” ujar Friderica dalam Investor Relations Forum 2026, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Aduan Fintech di Jogja Melonjak, OJK dan Samir Gencarkan Edukasi Bahaya Pinjol Ilegal
Menurut dia, kebutuhan pembiayaan pembangunan Indonesia akan semakin besar seiring target Indonesia menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang.
Karena itu, pasar modal dinilai harus berkembang tidak hanya sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagai mesin pembiayaan ekonomi nasional.
“Pasar modal dituntut memainkan peran semakin besar dan strategis, tidak hanya untuk sarana investasi, tetapi menjadi sumber utama pembiayaan jangka panjang,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan di tengah pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang melonjak signifikan. OJK mencatat jumlah investor atau SID kini telah mencapai 26,8 juta investor.
Jumlah tersebut bertambah sekitar 6,4 juta investor dibanding akhir tahun sebelumnya.
Baca Juga: OJK Kebut Demutualisasi Demi Perkuat Tata Kelola Saham RI
Di sisi lain, kondisi global masih dibayangi ketidakpastian. OJK mencatat pasar domestik sempat mengalami tekanan akibat pengumuman MSCI pada akhir Januari 2026, penyesuaian outlook lembaga rating global, hingga perang Amerika Serikat-Iran-Israel yang memicu kenaikan harga energi dunia.
Tekanan global tersebut berdampak pada volatilitas pasar keuangan, capital outflow, serta tekanan nilai tukar rupiah.
Meski demikian, OJK menilai ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61% yoy.
Menurut Friderica, pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
“Fundamental kita baik dan potensi Indonesia ke depan masih sangat besar,” ujarnya.
Dalam konteks pembiayaan ekonomi, pasar modal Indonesia selama ini memang masih relatif dangkal dibanding sejumlah negara Asia lainnya.
Data OJK menunjukkan rasio kapitalisasi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tertinggal dibanding pasar keuangan negara maju maupun beberapa emerging markets Asia.
Kondisi itu membuat pembiayaan korporasi nasional masih sangat bergantung pada kredit perbankan.
Padahal, kebutuhan pembiayaan jangka panjang untuk sektor infrastruktur, hilirisasi, transisi energi, dan industrialisasi diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Karena itu, OJK menilai pendalaman pasar modal menjadi agenda penting pemerintah dan regulator keuangan.
Friderica mengatakan regulator bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian sedang menjalankan reformasi struktural untuk memperkuat kredibilitas pasar.
Beberapa reformasi yang telah dilakukan antara lain peningkatan transparansi pemegang saham, revisi aturan bursa, penguatan free float, serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum pasar modal.
“Semua pihak harus bersama-sama menjaga integritas pasar modal Indonesia,” katanya.
OJK berharap penguatan integritas pasar dan bertambahnya investor domestik dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di tengah kompetisi global perebutan arus modal.
Selain itu, pasar modal diharapkan mampu menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang yang menopang target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








