Akurat Logo

Harga Perak Antam Hari Ini 15 Mei 2026 Longsor Rp2.600, Kini Jadi Rp54.200 per Gram

Titania Isnaenin | 15 Mei 2026, 10:53 WIB
Harga Perak Antam Hari Ini 15 Mei 2026 Longsor Rp2.600, Kini Jadi Rp54.200 per Gram
Harga perak Antam, Jumat (15/5/2026).

AKURAT.CO Harga perak murni yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan signifikan atau “longsor” pada perdagangan, Jumat (15/5/2026).

Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia, harga perak hari ini turun sebesar Rp2.600 dan kini berada di level Rp54.200 per gram.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tren kenaikan yang sempat terjadi dalam dua hari sebelumnya di pertengahan Mei 2026.

Rincian Harga Produk Perak Antam

Masyarakat yang ingin membeli atau berinvestasi pada perak murni kadar 99,95 persen produksi Antam dapat melihat rincian harga berikut:

  1. Perak Batangan 250 Gram

Harga dasar dipatok sebesar Rp13.950.000. Sementara harga setelah dikenakan PPN 11 persen mencapai Rp15.484.500.

  1. Perak Batangan 500 Gram

Produk ukuran 500 gram dijual dengan harga dasar Rp27.100.000. Setelah ditambah PPN, total harga menjadi Rp30.081.000.

  1. Perak Heritage 31,1 Gram

Varian edisi khusus ini dibanderol dengan harga dasar Rp2.233.440 atau sekitar Rp2.479.118 setelah pajak.

  1. Perak Heritage 186,6 Gram

Untuk ukuran lebih besar, harga dasar berada di level Rp12.279.016 dengan harga akhir setelah PPN sebesar Rp13.629.708.

Pengaruh Kondisi Pasar Global

Penurunan harga perak di dalam negeri pada 15 Mei 2026 juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang sedang mengalami tekanan.

Harga perak dunia tercatat turun cukup tajam sekitar 2,25 persen ke level US$81,49 per ons pada saat data diperbarui.

Pelemahan harga global ini turut berdampak pada pergerakan harga perak domestik, termasuk produk yang dipasarkan oleh Antam.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.