IHSG Rontok 1,85 Persen, Dampak Pernyataan Pemerintah Soal Rupiah?

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok pada perdagangan awal pekan ini, Senin (18/5/2026), dimana IHSG turun 124,08 poin (1,85%) ke level 6.599,24.
Dari sisi sektoral, hampir semuanya memerah kecuali sektor energi (naik 2,19%). Sektor material turun paling dalam sebesar 2,69%. Sejumlah analis menilai salah satu faktor utama pelemahan IHSG adalah dampak lanjutan hasil evaluasi indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell.
Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pelemahan IHSG lantaran berbagai sumber ketidakpastian, yang saat ini lebih banyak berasal dari berbagai faktor eksternal, mulai dari fluktuasi harga komoditas, pergerakan nilai tukar, hingga tensi geopolitik di Timur Tengah dan Rusia.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Loyo, Menkeu: Fondasi Kita Bagus, Serok Bawah Sekalian!
“Seperti yang saya sampaikan tadi, sumber ketidakpastian itu banyak. Ada fluktuasi komoditas, minyak, ada fluktuasi nilai tukar di berbagai negara, ketidakpastian penyelesaian geopolitik di Timur Tengah, Rusia," ujarnya di Press Room BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Pada sesi I, IHSG mencatatkan pelemahan tajam sebesar 3,76% atau 252,97 poin ke level 6.470,35. Puncaknya jelang penutupan sesi I, indeks sempat merosot 320 poin atau 4,77% ke level 6.402,55.
Namun pada sesi II, IHSG berhasil memangkas sebagian besar penurunan dan ditutup di level 6.599,24, atau turun 124,08 poin setara 1,85% dibanding penutupan sebelumnya.
Selain ditekan sentimen eksternal, menurut Eastspring Investment, IHSG juga ditekan oleh sentimen domestik menyusul sejumlah komunikasi dan pernyataan pejabat, termasuk Presiden Prabowo soal rupiah yang menjadi fokus pelaku pasar di tengah sensitivitas stabilitas nilai tukar dan arah kebijakan ekonomi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







