Akurat Logo

APBN Mei 2026: Belanja Tumbuh Pesat, Defisit Masih 0,7 Persen dari PDB

Andi Syafriadi | 5 Juni 2026, 16:01 WIB
APBN Mei 2026: Belanja Tumbuh Pesat, Defisit Masih 0,7 Persen dari PDB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 menunjukkan kombinasi yang jarang terjadi, dimana belanja negara tumbuh pesat, namun defisit fiskal tetap terjaga di bawah 1% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit APBN mencapai Rp180,4 triliun atau 0,70% terhadap PDB per Mei 2026.

Di saat yang sama, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp1.365,4 triliun atau 35,5% dari target APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 34,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Istana Pastikan Tak Ada Reshuffle, Bantah Isu Mundurnya Menkeu Purbaya

Lonjakan belanja terutama berasal dari pemerintah pusat yang mencapai Rp1.059,3 triliun atau meningkat 52,6% secara tahunan.

Belanja kementerian dan lembaga (K/L) menjadi komponen dengan kenaikan tertinggi. Hingga Mei 2026, realisasinya mencapai Rp517,7 triliun atau tumbuh 58,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, belanja non-K/L mencapai Rp541,6 triliun atau meningkat 47% secara tahunan.

"Tentunya percepatan belanja ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui akselerasi program dan kegiatan yang telah direncanakan sejak awal tahun," paparnya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Di tengah peningkatan belanja tersebut, penerimaan negara juga menunjukkan perbaikan. Pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6% dari target APBN, tumbuh 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penerimaan perpajakan menjadi penopang utama dengan realisasi Rp958,2 triliun. Dari jumlah itu, penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1% secara tahunan.

Baca Juga: Soal Isu Reshuffle Menkeu Purbaya, Ini Kata Ketua Komisi XI DPR RI

Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan dan percepatan belanja membuat defisit tetap terkendali meski pemerintah meningkatkan pengeluaran dalam lima bulan pertama tahun ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.