Akurat Logo

Investor Kripto RI Tembus 21,7 Juta, Naik 53 Persen Saat Pasar Global Tertekan

Esha Tri Wahyuni | 9 Juni 2026, 08:10 WIB
Investor Kripto RI Tembus 21,7 Juta, Naik 53 Persen Saat Pasar Global Tertekan
Jumlah investor kripto Indonesia mencapai 21,7 juta akun per April 2026, naik 53 persen secara tahunan di tengah tekanan pasar kripto global.

AKURAT.CO Di tengah tekanan yang melanda pasar kripto global, jumlah investor aset kripto di Indonesia justru terus bertambah signifikan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah investor aset kripto nasional telah mencapai 21,7 juta akun per April 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 14,16 juta akun.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyebut pertumbuhan tersebut menjadi indikasi bahwa minat masyarakat terhadap aset digital masih kuat.

Baca Juga: OJK Fokuskan Industri Kripto ke Tokenisasi Aset Nyata dan Stablecoin

"Pada bulan April jumlah akun pengguna atau investor aset kripto sudah tembus 21,7 juta akun. Ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Adi dalam CFX Crypto Conference Chapter 3 di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Pertumbuhan jumlah investor juga diikuti peningkatan aktivitas transaksi. Sepanjang 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp482 triliun.

Sementara pada Januari hingga April 2026, transaksi telah mencapai Rp99,01 triliun.

Data tersebut muncul ketika pasar kripto global sedang menghadapi tekanan sentimen. CoinMarketCap Fear and Greed Index berada pada level 15 atau kategori Extreme Fear.

Kapitalisasi pasar kripto global sempat turun menjadi USD2,09 triliun. Selain itu, produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat arus keluar dana sebesar USD2,4 miliar selama Mei 2026.

Meski kondisi global belum sepenuhnya pulih, pasar Indonesia menunjukkan karakteristik yang berbeda. OJK menilai kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan industri domestik.

Baca Juga: OJK Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi oleh Pinjol Solusiku

Kepercayaan tersebut dibangun melalui penguatan infrastruktur perdagangan aset digital yang kini mencakup dua bursa aset kripto, dua lembaga kliring dan penjaminan, dua lembaga penyimpanan aset, serta 26 pedagang aset keuangan digital yang telah beroperasi dalam pengawasan regulator.

Saat ini terdapat 1.265 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia.

Selain mendorong aktivitas investasi, pertumbuhan industri juga memberikan kontribusi fiskal kepada negara. Pada 2025, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp796,73 miliar.

Sementara dalam dua bulan pertama 2026, penerimaan pajak telah mencapai Rp147,32 miliar.

Sebagai informasi, jumlah investor kripto Indonesia bahkan telah melampaui jumlah investor pasar modal dalam beberapa tahun terakhir.

Fenomena tersebut menunjukkan tingginya penetrasi aset digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.