Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp17.900, Ditopang Kenaikan BI-Rate

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan Kamis (11/6/2026), meski sentimen eksternal tetap dibayangi penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Direktur PT Trijaya Pratama Futures sekaligus pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat di kisaran Rp17.900-Rp17.950 per USD.
Optimisme tersebut muncul setelah Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
Baca Juga: Bos BI Bidik Rupiah di Rp16.800 di 2027 Lewat Strategi Ini
Pada perdagangan Rabu (10/6/2026), rupiah ditutup menguat 114 poin ke level Rp17.944 per USD dari posisi sebelumnya Rp18.058 per USD. Penguatan ini terjadi di tengah tekanan global yang masih tinggi akibat menguatnya dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia.
"Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat pada rentang Rp17.900 hingga Rp17.950 per USD. Kenaikan suku bunga BI menjadi sentimen positif yang membantu menjaga stabilitas rupiah dan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik," kata Ibrahim Assuaibi dalam riset hariannya, Rabu (10/6/2026).
Dari sisi global, indeks dolar AS kembali menguat setelah pasar merespons meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Washington melancarkan serangan terhadap target Iran menyusul insiden jatuhnya helikopter militer AS di dekat Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan militer AS di Yordania serta sejumlah negara Teluk.
Eskalasi terbaru tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena sekitar 20% perdagangan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) global melintasi jalur tersebut. Gangguan distribusi energi berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi dan memperkuat tekanan inflasi global.
Harga minyak dunia tercatat naik sekitar 1% pada perdagangan Rabu. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali menilai kemungkinan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Saat ini, mayoritas investor memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama untuk meredam tekanan inflasi.
Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Konsensus pasar memperkirakan inflasi tahunan AS pada Mei 2026 mencapai sekitar 4,2%, yang akan menjadi level tertinggi sejak April 2023.
Jika data sesuai atau lebih tinggi dari ekspektasi, peluang penurunan suku bunga The Fed diperkirakan semakin terbatas, sehingga berpotensi kembali menguatkan dolar AS.
Baca Juga: Langkah Pemulihan Rupiah
Meski demikian, pasar domestik memperoleh dukungan dari kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%.
Langkah tersebut dinilai sebagai respons untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh rekor terlemah terhadap dolar AS.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor komoditas strategis nasional.
Pemerintah dan Danantara memastikan kebijakan baru tersebut tidak akan mengganggu kontrak yang telah berjalan serta tidak mengambil margin keuntungan tambahan dari aktivitas ekspor.
Menurut Ibrahim, kepastian tersebut menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor karena dapat memperkuat tata kelola perdagangan komoditas nasional tanpa mengganggu aktivitas bisnis yang sudah berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









