Akurat Logo

Cadangan Emas RI Jadi Modal Besar Pengembangan ETF Emas

Andi Syafriadi | 12 Juni 2026, 18:44 WIB
Cadangan Emas RI Jadi Modal Besar Pengembangan ETF Emas
Indonesia memiliki sumber daya emas 2.600 ton dan produksi 132,5 ton per tahun. ETF Emas disiapkan untuk memperluas akses investasi berbasis emas di pasar modal.

AKURAT.CO Indonesia berupaya memaksimalkan potensi sumber daya emas nasional melalui pengembangan instrumen investasi baru di pasar modal.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyiapkan peluncuran Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada semester II 2026.

Upaya tersebut diperkuat melalui bergabungnya PT Pegadaian sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang memungkinkan pencatatan EGR secara langsung dalam sistem penyimpanan dan penyelesaian efek nasional.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 12 Juni 2026: Cek Rincian Terbaru Antam hingga UBS

Pengembangan ETF Emas dinilai memiliki relevansi besar mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil emas utama dunia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indonesia menempati peringkat kedelapan produsen emas global dengan produksi mencapai 132,5 ton.

Selain itu, Indonesia berada di posisi keenam dunia untuk sumber daya emas dengan cadangan mencapai 2.600 ton.

Potensi tersebut selama ini lebih banyak dimanfaatkan melalui aktivitas pertambangan dan perdagangan fisik. Dengan hadirnya ETF Emas, eksposur terhadap emas nasional dapat diakses lebih luas oleh investor ritel maupun institusi melalui mekanisme perdagangan di bursa.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengatakan, pengembangan ETF Emas merupakan bagian dari penguatan ekosistem bullion nasional sekaligus upaya menghadirkan instrumen investasi yang telah berkembang di berbagai pasar global.

"Sebab setiap gram emas digital yang menjadi dasar EGR akan didukung oleh emas fisik yang tersimpan di Pegadaian sehingga memberikan transparansi dan kepastian bagi investor," paparnya.

Tidak hanya itu saja, Selfie juga menjelaskan bahwa pengembangan ETF Emas juga hadir pada saat minat terhadap aset lindung nilai meningkat.

"Sepanjang 2025, emas mencatat kenaikan harga sebesar 56,7 persen dalam denominasi rupiah dan menjadi salah satu instrumen investasi dengan kinerja terbaik," ucapnya.

Dengan dukungan infrastruktur KSEI, BEI, dan Pegadaian, harap Selfie, potensi emas nasional tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga menjadi instrumen investasi yang mampu memperdalam pasar keuangan domestik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.