Anggaran MBG Tembus Rp88 Triliun, Menkeu dan BGN Siap Evaluasi

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan akan bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, pada pekan ini untuk membahas perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk langkah optimalisasi penggunaan anggaran yang selama ini dijalankan oleh BGN.
Pertemuan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pekan lalu, namun batal terlaksana karena adanya agenda mendadak bersama Presiden.
"Oh, nanti minggu ini. Kemarin mau datang, tapi nggak jadi karena dipanggil Presiden," kata Purbaya usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: PP PMKRI: Kritik terhadap Program MBG Wajar karena Perencanaan Tak Matang
Meski isu efisiensi anggaran MBG menjadi perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir, Purbaya menegaskan agenda pertemuan dengan Kepala BGN belum tentu secara khusus membahas efisiensi anggaran.
"Belum tentu efisiensi, dia mau ketemu aja. Makasih ya," ujar Purbaya.
Namun demikian, pembahasan terkait efisiensi tetap menjadi sorotan mengingat BGN sebelumnya melaporkan berhasil melakukan penghematan anggaran hingga Rp40 triliun.
Menurut Purbaya, efisiensi tersebut bukan berasal dari pemangkasan yang dilakukan Kementerian Keuangan, melainkan hasil evaluasi internal BGN terhadap pelaksanaan program di lapangan.
"Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini. Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi," tegas Purbaya.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi anggaran program MBG hingga Mei 2026 telah mencapai Rp88,15 triliun. Angka tersebut meningkat 17,5% dibandingkan realisasi pada April 2026 yang tercatat sebesar Rp75 triliun.
Besarnya serapan anggaran tersebut menandai program MBG sebagai salah satu program belanja sosial terbesar yang saat ini dijalankan pemerintah. Karena itu, pembahasan antara Kementerian Keuangan dan BGN dinilai penting untuk memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan mampu menghasilkan manfaat optimal bagi penerima program.
Baca Juga: Nama Kepala BGN Dicatut, Isu Bagi-bagi Keuntungan MBG ke Presiden Dipastikan Hoaks
Sebagai konteks, MBG merupakan program prioritas nasional yang mulai dijalankan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Seiring perluasan cakupan penerima manfaat, kebutuhan pendanaan program terus meningkat sehingga aspek efisiensi menjadi salah satu fokus pemerintah.
Pertemuan antara Menkeu dan Kepala BGN pekan ini diperkirakan akan menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program setelah realisasi anggaran mendekati Rp90 triliun.
Pemerintah juga diharapkan memastikan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan tidak mengurangi kualitas layanan maupun target penerima manfaat yang telah ditetapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 2Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 3Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 4Jadwal Piala Dunia 24-25 Juni 2026 Lengkap dengan Jam Tayang
- 5Jadwal Piala Dunia Hari Ini 23 Juni 2026: Portugal Hingga Kroasia Main, Cek Jam Tayang Lengkap!
- 6AS Putuskan untuk Mengakhiri Otorisasi Operasi 'Tanpa Batasan' untuk Israel di Lebanon
- 7Prediksi Skor Republik Ceko vs Meksiko 25 Juni 2026: El Tricolor Favorit, Mampukah Narodak Ciptakan Kejutan?
- 8Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 9Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda
- 10Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar







