Akurat Logo

Lima Agenda Besar Pasar Keuangan Menunggu, IHSG Berpotensi Sideways

Esha Tri Wahyuni | 18 Juni 2026, 07:30 WIB
Lima Agenda Besar Pasar Keuangan Menunggu, IHSG Berpotensi Sideways
ilustrasi IHSG

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah ditutup melemah 0,55% ke level 6.220,7 pada Rabu (17/6/2026).

Pelaku pasar memilih menahan aksi transaksi besar di tengah padatnya agenda ekonomi global dan domestik yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 6.321 sebelum berbalik ke zona merah menjelang penutupan.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Perjanjian Damai AS-Iran Jadi Katalis

Perubahan arah tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor yang tengah menunggu sejumlah keputusan penting dari otoritas moneter dan lembaga indeks global.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada rentang 6.100 hingga 6.400. Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan pelebaran histogram positif, namun Stochastic RSI membentuk pola death cross di area overbought yang mengindikasikan potensi konsolidasi jangka pendek.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.100-6.400," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (17/6/2026).

Tekanan kehati-hatian investor muncul karena pasar menghadapi lima agenda besar dalam waktu hampir bersamaan.

Agenda tersebut meliputi hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat pada Kamis (18/6/2026), Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari yang sama, MSCI Global Market Accessibility Review pada Jumat (19/6/2026), rebalancing indeks FTSE Russell pada Jumat (19/6/2026), serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Baca Juga: Optimisme Pasar Belum Pulih Sepenuhnya meski IHSG Menguat, Ini Alasannya

Selain pasar saham, tekanan juga terlihat di pasar valuta asing. Rupiah ditutup melemah 0,21% ke level Rp17.762 per USD pada Rabu (17/6/2026).

Pelemahan tersebut terjadi menjelang pengumuman hasil pertemuan The Fed dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.

Berdasarkan konsensus pasar, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%.

Sementara itu, Bank Indonesia diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya tekanan eksternal.

Situasi saat ini menjadi salah satu periode paling padat bagi pasar keuangan Indonesia sepanjang tahun.

Evaluasi MSCI dan FTSE berpotensi memengaruhi arus modal asing karena menentukan bobot sejumlah saham Indonesia dalam indeks global yang menjadi acuan investor institusi dunia.

Sementara keputusan The Fed dan BI akan menjadi penentu arah likuiditas serta pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur risiko sambil menunggu kejelasan arah kebijakan. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguji area 6.476 hingga 6.577, namun tetap perlu mewaspadai koreksi ke rentang 6.113 hingga 6.176.

Untuk perdagangan Kamis (18/6/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan saham AMRT, TINS, dan XMIG sebagai pilihan trading buy.

Keputusan The Fed dan Bank Indonesia yang akan diumumkan dalam waktu dekat diperkirakan menjadi penentu utama arah pasar pada akhir pekan ini.

Investor akan mencermati apakah kombinasi kebijakan moneter global dan domestik mampu memberikan sentimen baru bagi pasar saham yang saat ini bergerak dalam fase konsolidasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.