Dana Rp200 Triliun Disalurkan ke Lima Bank Perkuat Likuiditas

AKURAT.CO Pemerintah resmi menempatkan dana Rp200 triliun di lima bank nasional untuk memperkuat likuiditas industri perbankan.
Kebijakan ini diputuskan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa setelah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Dana tersebut berasal dari kas pemerintah yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing mendapat Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun.
Baca Juga: BSI Siap Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah
“Penempatan dana ini diharapkan memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil,” ujar Purbaya saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (12/9).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi likuiditas perbankan masih terjaga. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) mencapai 119,43% dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,09% pada Juli 2025, jauh di atas ambang minimal.
Loan to deposit ratio (LDR) tercatat 86,54%, yang menandakan ruang ekspansi kredit masih cukup terbuka. Kredit perbankan juga tumbuh 7,03% yoy pada periode tersebut, terutama ditopang oleh kredit korporasi yang naik 9,59% yoy.
Baca Juga: BSI Hadirkan 345 Outlet Weekend Banking Sepanjang September 2025
Dengan tambahan dana pemerintah, diharapkan perbankan semakin aktif menyalurkan kredit untuk menopang pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










