Dana Nasabah Tumbuh Tiga Digit, Amar Bank Optimistis Jaga Profitabilitas pada 2026

AKURAT.CO Di tengah persaingan ketat industri perbankan digital, memenangkan kepercayaan nasabah menjadi tantangan yang tidak kalah penting dibandingkan menyalurkan kredit atau menambah jumlah pengguna aplikasi. Sebab, bagi bank, pertumbuhan dana yang disimpan nasabah sering kali menjadi fondasi utama untuk menjaga profitabilitas dalam jangka panjang.
Hal itulah yang kini menjadi salah satu kekuatan PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank). Bank digital yang fokus pada segmen ritel dan UMKM tersebut mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 115,46 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I 2026. Lonjakan dana nasabah ini turut menopang kinerja keuangan perusahaan yang mencetak laba bersih tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp71,12 miliar.
Bagi Amar Bank, pertumbuhan dana nasabah bukan sekadar angka penghimpunan dana. Kenaikan tersebut menjadi modal penting untuk menekan biaya dana, memperkuat ekspansi kredit, serta menjaga profitabilitas di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin kompetitif.
Ringkasan
Amar Bank mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 115,46 persen pada kuartal I 2026. Lonjakan dana nasabah tersebut membantu perusahaan mengoptimalkan biaya dana (cost of fund), memperkuat likuiditas, dan mendukung pertumbuhan kredit yang mencapai Rp4,16 triliun. Pada saat yang sama, Amar Bank membukukan laba bersih Rp71,12 miliar, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Fakta ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dana nasabah menjadi salah satu faktor penting yang membantu bank digital menjaga profitabilitas sekaligus mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Dana Nasabah Amar Bank Tumbuh Tiga Digit
Salah satu pencapaian paling menonjol dalam laporan kinerja Amar Bank kuartal I 2026 adalah lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 115,46 persen secara tahunan.
Dalam industri perbankan, DPK merupakan dana yang dihimpun dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito. Pertumbuhan DPK biasanya menjadi indikator kepercayaan nasabah terhadap suatu bank.
Semakin besar dana yang berhasil dihimpun, semakin kuat pula kemampuan bank dalam menyalurkan pembiayaan dan mengembangkan bisnis. Karena itu, pertumbuhan DPK hingga tiga digit yang dicatat Amar Bank menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak masyarakat yang mempercayakan dananya kepada perusahaan.
Pencapaian ini juga terjadi di tengah persaingan ketat antarbank digital yang sama-sama berlomba menarik dana masyarakat melalui berbagai layanan dan inovasi digital.
Dari sudut pandang industri, pertumbuhan dana nasabah sering kali menjadi ukuran yang lebih penting dibandingkan sekadar jumlah pengguna aplikasi. Banyak platform keuangan mampu menggaet pengguna baru, tetapi tidak semuanya berhasil membuat nasabah menyimpan dana secara aktif dalam ekosistem mereka.
Mengapa Pertumbuhan DPK Penting bagi Profitabilitas Bank?
Bagi sebagian masyarakat, pertumbuhan dana nasabah mungkin terdengar kurang menarik dibandingkan kenaikan laba atau ekspansi kredit. Namun bagi industri perbankan, DPK justru merupakan salah satu mesin utama yang menentukan tingkat keuntungan.
Sederhananya, bank membutuhkan dana untuk disalurkan kembali dalam bentuk kredit. Jika sumber dana berasal dari penghimpunan dana masyarakat yang kuat, biaya pendanaan dapat ditekan sehingga margin keuntungan menjadi lebih besar.
Sebagai ilustrasi, bayangkan ada dua bank yang sama-sama ingin menyalurkan kredit senilai Rp1 triliun. Bank pertama memiliki dana nasabah yang melimpah sehingga biaya pendanaannya relatif rendah. Bank kedua harus mencari sumber dana tambahan dengan biaya lebih mahal. Dalam kondisi yang sama, bank pertama memiliki peluang memperoleh keuntungan lebih besar karena beban biaya dananya lebih rendah.
Inilah alasan mengapa pertumbuhan DPK Amar Bank menjadi faktor strategis. Lonjakan dana nasabah sebesar 115,46 persen memberikan ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk mengelola biaya dana secara efisien.
Dalam jangka panjang, kemampuan menghimpun dana murah akan menjadi salah satu pembeda utama antara bank digital yang mampu bertahan dan yang hanya mengandalkan pertumbuhan pengguna tanpa fondasi bisnis yang kuat.
Laba Amar Bank Cetak Rekor Tertinggi
Kinerja penghimpunan dana yang kuat turut mendukung capaian keuangan Amar Bank pada kuartal I 2026.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sementara itu, kredit bruto tumbuh 30,62 persen menjadi Rp4,16 triliun.
Total aset perusahaan juga meningkat 34,72 persen secara tahunan menjadi Rp6,93 triliun.
Selain pertumbuhan kredit, Amar Bank juga mencatat peningkatan pendapatan operasional sebesar 13,82 persen menjadi Rp527,76 miliar.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) turut naik 15,58 persen menjadi Rp370,20 miliar.
Data tersebut menunjukkan bahwa ekspansi bisnis perusahaan tidak hanya meningkatkan volume kredit, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar.
NPL Turun, Kualitas Pertumbuhan Tetap Terjaga
Pertumbuhan yang agresif sering kali menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas kredit. Namun kondisi tersebut tidak terlihat pada kinerja Amar Bank.
Perseroan mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,86 persen pada Maret 2026. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan posisi Maret 2025 yang mencapai 1,48 persen.
Penurunan NPL menjadi salah satu indikator bahwa ekspansi kredit dilakukan secara selektif dan terukur.
Dari perspektif industri, kombinasi antara pertumbuhan kredit di atas 30 persen dan penurunan kredit bermasalah bukanlah hal yang mudah dicapai. Banyak institusi keuangan menghadapi dilema antara mengejar pertumbuhan atau menjaga kualitas aset.
Amar Bank mencoba menunjukkan bahwa keduanya masih dapat berjalan beriringan ketika didukung sistem manajemen risiko dan analisis kredit yang disiplin.
Perusahaan juga memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 99,17 persen yang mencerminkan posisi permodalan yang sangat kuat untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Amar Bank Optimistis Menjaga Profitabilitas pada 2026
Manajemen Amar Bank menilai pertumbuhan DPK yang signifikan telah membantu perusahaan mengoptimalkan struktur pendanaan dan menjaga profitabilitas.
SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menegaskan bahwa peningkatan dana nasabah menjadi salah satu faktor yang memperkuat fondasi keuangan perusahaan.
"Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR yang kuat di level 99,17%. Lonjakan DPK sebesar 115,46% YoY juga berhasil mengoptimalkan biaya dana kami. Ke depan, fokus kami adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," jelas David Wirawan dalam Public Expose di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan profitabilitas dalam jangka panjang.
Kepercayaan manajemen terhadap kondisi keuangan perusahaan juga tercermin dari keputusan membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau Rp6,11 per saham kepada para pemegang saham.
Embedded Banking dan Teknologi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Selain memperkuat struktur pendanaan, Amar Bank juga menyiapkan sejumlah strategi pertumbuhan baru sepanjang 2026.
Salah satunya melalui pengembangan layanan embedded banking yang memungkinkan produk perbankan terintegrasi langsung ke dalam platform digital mitra tanpa harus berpindah aplikasi.
Strategi ini telah diterapkan melalui sejumlah kerja sama, termasuk dengan platform MyMRTJ.
Menurut Direktur Informasi Teknologi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, model bisnis tersebut menjadi sarana akuisisi nasabah baru yang efektif.
"Layanan Digital Perbankan dengan Solusi embedded banking menjadi media akuisisi nasabah dalam mendukung strategi pertumbuhan bagi bank. Layanan yang terintegrasi di dalam platform digital mitra tanpa pindah aplikasi (zero friction) di berbagai mitra, salah satunya MyMRTJ. Solusi embedded banking dengan mitra B2B telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan pengguna aktif sebesar 41,09%. Ke depan, dengan infrastruktur digital berbasis cloud dan AI kami akan terus memperluas layanan perbankan digital di sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif," ungkap Kevin Kane.
Di sisi lain, platform Tunaiku juga terus menjadi pilar utama pertumbuhan Amar Bank. Hingga kuartal I 2026, total penyaluran pembiayaan melalui Tunaiku telah melampaui Rp19 triliun sejak 2014 dan menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di Indonesia.
Apa Arti Tren Ini bagi Industri Bank Digital Indonesia?
Kinerja Amar Bank pada kuartal I 2026 memberikan gambaran menarik mengenai arah perkembangan industri bank digital nasional.
Selama beberapa tahun terakhir, perhatian publik sering tertuju pada jumlah pengguna aplikasi atau ekspansi layanan digital. Namun kini, pasar mulai melihat indikator yang lebih fundamental, yaitu kemampuan bank menghimpun dana nasabah, menjaga kualitas aset, dan menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, pertumbuhan DPK sebesar 115,46 persen menjadi pesan penting bahwa kepercayaan nasabah masih menjadi mata uang paling berharga dalam industri perbankan.
Bank digital yang mampu menarik dana masyarakat dalam jumlah besar cenderung memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk memperluas kredit, mengelola biaya pendanaan, dan mempertahankan profitabilitas.
Karena itu, capaian Amar Bank tidak hanya mencerminkan pertumbuhan perusahaan semata, tetapi juga menunjukkan bagaimana model bisnis bank digital Indonesia mulai bergerak menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.
Ke depan, kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas akan menjadi faktor penentu bagi para pemain di industri ini. Dari hasil kuartal pertama 2026, Amar Bank menunjukkan bahwa fondasi tersebut mulai terbentuk dengan semakin kuat.
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen di Mei 2026
Baca Juga: DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
FAQ
Mengapa pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) penting bagi Amar Bank?
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) penting karena menjadi sumber pendanaan utama bagi bank untuk menyalurkan kredit dan mengembangkan bisnis. Ketika dana nasabah meningkat signifikan, Amar Bank memiliki likuiditas yang lebih kuat dan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan yang lebih mahal. Hal ini membantu menekan biaya dana (cost of fund) sekaligus mendukung peningkatan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.
Berapa pertumbuhan dana nasabah Amar Bank pada kuartal I 2026?
Amar Bank mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 115,46 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Lonjakan tiga digit ini menjadi salah satu pencapaian penting perusahaan karena mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital yang ditawarkan. Pertumbuhan DPK tersebut juga memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung ekspansi kredit dan menjaga kinerja keuangan yang sehat.
Bagaimana dana nasabah yang meningkat dapat mendukung profitabilitas bank?
Ketika dana nasabah meningkat, bank memperoleh sumber dana yang lebih stabil dan efisien untuk membiayai penyaluran kredit. Dengan biaya pendanaan yang lebih rendah, margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) berpotensi meningkat. Kondisi ini memungkinkan Amar Bank menghasilkan laba yang lebih baik tanpa harus mengambil risiko berlebihan dalam aktivitas pembiayaan.
Berapa laba bersih Amar Bank pada kuartal I 2026?
Pada kuartal I 2026, Amar Bank membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar. Angka tersebut menjadi laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat, peningkatan pendapatan bunga bersih, efisiensi operasional, serta lonjakan dana nasabah yang membantu mengoptimalkan biaya dana perusahaan.
Apa yang dimaksud dengan biaya dana atau cost of fund dalam perbankan?
Biaya dana atau cost of fund adalah biaya yang harus dikeluarkan bank untuk memperoleh dana yang nantinya akan disalurkan kembali dalam bentuk kredit atau produk pembiayaan lainnya. Semakin rendah biaya dana, semakin besar peluang bank memperoleh keuntungan dari selisih bunga. Karena itu, pertumbuhan DPK yang tinggi menjadi faktor penting bagi Amar Bank untuk menjaga profitabilitas dan meningkatkan efisiensi bisnis.
Bagaimana kualitas kredit Amar Bank di tengah pertumbuhan bisnis yang agresif?
Meski mencatat pertumbuhan kredit sebesar 30,62 persen secara tahunan, Amar Bank tetap mampu menjaga kualitas asetnya. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) net yang turun menjadi 0,86 persen pada Maret 2026, dibandingkan 1,48 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan NPL menunjukkan efektivitas manajemen risiko dan proses seleksi kredit yang diterapkan perusahaan.
Apa strategi Amar Bank untuk menjaga pertumbuhan pada 2026?
Amar Bank mengandalkan sejumlah strategi untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis pada 2026, termasuk pengembangan layanan embedded banking, pemanfaatan teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI), serta perluasan pembiayaan di segmen ritel dan UMKM. Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat ekosistem digital melalui kerja sama dengan berbagai mitra di sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, dan industri kreatif guna memperluas basis nasabah dan meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 5Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 7Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 8Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 9Sempat Absen karena Sakit, Bos Maktour Penuhi Panggilan KPK
- 10Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Datang Bawa Buku dan Pulpen






