Respons Hasil FOMC, Bitcoin Turun ke USD64.000

AKURAT.CO Bitcoin kembali bergerak di kisaran USD64.000 setelah pelaku pasar merespons hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang dipimpin Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.
Meski bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,50%-3,75%, pasar justru menyoroti langkah The Fed yang menghapus forward guidance atau panduan mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Keputusan tersebut langsung memicu penyesuaian ekspektasi investor terhadap peluang pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Dampaknya terlihat pada pasar aset digital, dimana ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih (net outflow) sebesar USD112,8 juta setelah pengumuman FOMC.
Baca Juga: Sentimen Global Membaik, Bitcoin Naik Saat Risiko Timur Tengah Mereda
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian mengatakan, volatilitas yang terjadi pasca-pertemuan The Fed merupakan respons yang lazim ketika pasar menghadapi perubahan ekspektasi kebijakan moneter global.
"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek seringkali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," kata Aloysia dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Data arus keluar ETF menunjukkan sebagian investor institusional memilih mengambil posisi lebih defensif. Kondisi tersebut menandakan bahwa pasar kini lebih berhati-hati karena tidak lagi memiliki sinyal eksplisit mengenai arah suku bunga yang selama ini menjadi acuan dalam mengambil keputusan investasi.
Sebagai informasi, forward guidance menjadi salah satu instrumen komunikasi utama The Fed sejak krisis keuangan global 2008. Panduan tersebut digunakan untuk memberikan gambaran kepada pasar mengenai kemungkinan arah kebijakan moneter dalam beberapa periode mendatang.
Dengan dihapuskannya mekanisme tersebut, investor kini harus lebih mengandalkan data ekonomi aktual seperti inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi dalam membaca langkah The Fed berikutnya.
Selain mempertahankan suku bunga, Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang akan mengkaji berbagai aspek kebijakan bank sentral.
Kajian tersebut mencakup komunikasi kebijakan, pengelolaan neraca keuangan, sumber data ekonomi, kerangka pengendalian inflasi, hingga produktivitas dan dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap perekonomian.
Menurut Aloysia, masuknya isu produktivitas dan AI dalam agenda resmi The Fed menjadi sinyal bahwa bank sentral mulai memperhatikan faktor-faktor struktural baru yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Menariknya, salah satu fokus kajian The Fed adalah produktivitas dan dampak AI terhadap ekonomi. Ini menunjukkan bahwa bank sentral mulai memperhatikan faktor-faktor struktural baru yang berpotensi membentuk pertumbuhan ekonomi di masa depan.
"Sehingga, pelaku pasar juga perlu melihat perkembangan ini sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar, tak hanya bereaksi terhadap pergerakan harga harian," ujarnya.
INDODAX mengingatkan investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko, melakukan diversifikasi portofolio, serta berinvestasi secara bertahap melalui metode Dollar Cost Averaging (DCA).
Di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan The Fed, strategi investasi yang disiplin dan berbasis riset dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas pasar yang masih berlanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








