Premi Tunggal Tumbuh Saat Daya Beli Tertekan, Ini Penjelasan OJK

AKURAT.CO Tren menarik terjadi di industri asuransi jiwa sepanjang 2026. Di tengah tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi, produk dengan pembayaran premi sekali bayar atau premi tunggal justru mencatat pertumbuhan lebih kuat dibanding premi reguler.
Data OJK menunjukkan pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp62,58 triliun hingga April 2026 atau tumbuh 3,28% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, pertumbuhan premi tunggal didorong oleh preferensi nasabah yang ingin mendapatkan perlindungan sekaligus menempatkan dana dalam satu transaksi.
Baca Juga: OJK: Pelemahan Rupiah Belum Ganggu Bisnis Asuransi Properti
"OJK melihat bahwa pertumbuhan premi tunggal dipengaruhi oleh preferensi sebagian nasabah untuk memperoleh perlindungan sekaligus melakukan penempatan dana dalam satu transaksi," ujar Ogi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Sebaliknya, premi reguler yang mengharuskan pembayaran berkala dalam jangka panjang cenderung lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi dan kemampuan finansial masyarakat.
Fenomena ini menjadi sinyal perubahan perilaku konsumen di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Produk dengan komitmen pembayaran jangka pendek dinilai lebih fleksibel dibandingkan produk yang mengharuskan setoran rutin selama bertahun-tahun.
Sebagai perbandingan, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebelumnya melaporkan premi tunggal tumbuh 7,4% pada kuartal I/2026, sedangkan premi reguler turun 5,2%.
Baca Juga: OJK Sita 41 Aset Terkait Tindak Pidana Perbankan Syariah di BPRS GP Medan
Meski pola pertumbuhan berubah, OJK menilai permintaan terhadap produk perlindungan jiwa secara umum masih terjaga. Baik premi tunggal maupun reguler tetap memiliki peran penting dalam memperluas perlindungan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






