Akurat Logo
Bank Indonesia

Likuiditas Diperkuat, Dana Pemerintah di Himbara Capai Rp400 T

Andi Syafriadi | 26 Juni 2026, 16:18 WIB
Likuiditas Diperkuat, Dana Pemerintah di Himbara Capai Rp400 T
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Pemerintah kembali menambah penempatan dana negara di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai langkah menjaga likuiditas perbankan dan mendukung aktivitas pembiayaan di tengah perlambatan ekonomi.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara hingga akhir tahun ditargetkan mencapai Rp400 triliun.

Sebelumnya, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang tersimpan di Bank Indonesia tercatat sebesar Rp590 triliun.

Baca Juga: Pengawasan MBG Diperketat, Menkeu Purbaya: Nanti Orang-orang Saya Bakal Awasi SPPG

Diketahui pada tahun 2025, pemerintah telah menempatkan sekitar Rp300 triliun di Himbara. Namun, sebagian dana tersebut telah ditarik kembali dalam beberapa bulan terakhir sehingga tersisa sekitar Rp170 triliun.

Pemerintah kemudian menambah penempatan dana menjadi Rp200 triliun, sebelum kembali memutuskan penambahan masing-masing Rp100 triliun dalam dua tahap hingga akhir tahun.

Dengan demikian, total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara mencapai Rp400 triliun.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah menerima masukan dari sejumlah bank pelat merah mengenai kondisi likuiditas yang semakin ketat.

"Saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah," ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Purbaya: Anggaran MBG Akan Dihemat Lagi, Nilainya Signifikan

Ia menegaskan, langkah tersebut bertujuan memastikan likuiditas perbankan tetap memadai sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan optimal.

Selain memperkuat likuiditas, pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Menurut Purbaya, tersedianya likuiditas akan mendukung penyaluran kredit kepada dunia usaha sehingga aktivitas ekonomi tetap terjaga.

Pemerintah juga menilai prospek ekonomi yang membaik dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan berdampak positif terhadap arus investasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Purbaya mengatakan keputusan penambahan penempatan dana tersebut telah dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum ditetapkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.