Bos OJK: KPR Tumbuh Didorong FLPP dan Program 3 Juta Rumah

AKURAT.CO toritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perumahan nasional terus bertumbuh di tengah penguatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Hingga Mei 2026, kredit perumahan meningkat 4,99% secara tahunan, didorong oleh peningkatan realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Ketua Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, sektor perumahan menjadi salah satu fokus utama dalam fungsi intermediasi industri jasa keuangan.
Baca Juga: Fokus Perbaiki Hunian MBR, Pemerintah Geber Program Bedah Rumah
"Salah satu yang mendorong penyaluran kredit perumahan adalah program FLPP yang realisasinya naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Friderica saat peluncuran optimalisasi SLIK di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurut OJK, komposisi kredit konsumsi rumah tangga hingga Mei 2026 masih didominasi kredit multiguna sebesar 49,45%, sedangkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menyumbang 42,54%.
Untuk mempercepat pembiayaan sektor perumahan, OJK mulai mengoperasikan optimalisasi SLIK sejak 1 Juli 2026. Melalui sistem baru tersebut, status kredit yang telah lunas wajib diperbarui maksimal tiga hari kerja sehingga proses pengajuan KPR dapat berlangsung lebih cepat.
Program 3 Juta Rumah merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan ketersediaan hunian, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dukungan sektor keuangan menjadi faktor penting untuk memastikan pembiayaan berjalan efektif.
Di sisi lain, OJK mencatat kondisi industri perbankan masih cukup kuat. Kredit nasional tumbuh 11,51% yoy menjadi Rp8.918 triliun, dengan rasio kecukupan modal mencapai 23,74%, sehingga memberikan ruang bagi perbankan untuk terus memperluas pembiayaan sektor perumahan.
Optimalisasi SLIK diperkirakan akan mempercepat proses penyaluran KPR bersubsidi maupun komersial karena lembaga keuangan memperoleh data debitur yang lebih mutakhir.
OJK menegaskan SLIK hanya menjadi salah satu sumber informasi dalam analisis kredit. Persetujuan pembiayaan tetap bergantung pada penilaian kelayakan, kemampuan membayar, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian masing-masing lembaga jasa keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










