Akurat Logo

IHSG Ditaksir Konsolidasi, Investor Agar Selektif Pilih Menu Saham Hari Ini

Esha Tri Wahyuni | 16 Juli 2026, 07:58 WIB
IHSG Ditaksir Konsolidasi, Investor Agar Selektif Pilih Menu Saham Hari Ini

AKURAT.CO Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (16/7/2026).

Pelaku pasar dinilai masih menunggu sentimen baru setelah indeks ditutup menguat tipis pada perdagangan sebelumnya.

Pada penutupan Rabu (15/7/2026), IHSG naik 0,04% ke level 6.041,9. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah juga menguat 0,13% ke posisi Rp18.091 per USD, bahkan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia.

Baca Juga: IHSG Hijau usai Inflasi AS Turun, Kepastian Pajak Topang Sentimen

Meski demikian, kenaikan harga minyak mentah global masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan pasar saham domestik.

Analisisi Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih mempertahankan tren positif karena bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Namun, indikator momentum mulai menunjukkan sinyal jenuh beli.

"Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA20, namun Stochastic RSI sudah berada di area overbought. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berkonsolidasi di kisaran 6.000-6.125," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (15/7/2026).

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan apabila mampu menembus level resistance terdekat. Di sisi lain, investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji area 6.137 hingga 6.254. Adapun area koreksi terdekat diperkirakan berada pada rentang 5.974-6.020," tulis MNC Sekuritas.

Untuk perdagangan Kamis (16/7/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati untuk strategi trading jangka pendek, yakni BBRI, BULL, BUMI, dan TINS.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.