Akurat Logo

Pasar Masih Cermati Transisi Gubernur BI, IHSG Diprediksi Konsolidasi

Esha Tri Wahyuni | 28 Juli 2026, 08:47 WIB
Pasar Masih Cermati Transisi Gubernur BI, IHSG Diprediksi Konsolidasi
Ilustrasi IHSG terkonsolidasi

AKURAT.CO Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih cenderung bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (28/7/2026). 

Pelaku pasar diperkirakan masih memilih bersikap hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI), meski tekanan dari pelemahan harga minyak dunia mulai mereda.

Pada perdagangan Senin (27/7/2026), IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 6.185,7. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah juga terkoreksi 0,26% ke level Rp18.009 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah 0,35 Persen Usai Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal ruang pergerakan IHSG masih didominasi fase konsolidasi. Hal itu tercermin dari indikator momentum yang mulai melemah meski tren jangka menengah masih terjaga.

"Histogram positif MACD kembali menyempit dan Stochastic RSI berlanjut melemah di pivot area. Namun IHSG masih bertahan di atas level MA20 dan MA50 sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.080-6.250," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (28/7/2026).

Menurut Phintraco, sentimen utama yang masih membayangi pasar berasal dari pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. 

Pergantian pucuk pimpinan bank sentral dinilai meningkatkan ketidakpastian pasar dalam jangka pendek, terutama ketika rupiah masih berada dalam tren depresiasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga masih menjadi perhatian investor.

Meski demikian, tekanan terhadap IHSG dinilai tidak semakin dalam karena mendapat penopang dari pelemahan harga minyak mentah dunia yang berpotensi mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan fase koreksi dalam jangka pendek sebelum kembali menguat. Area 6.074 hingga 6.146 diperkirakan menjadi zona support yang perlu dicermati pelaku pasar.

"IHSG diperkirakan masih berada pada area koreksi di kisaran 6.074-6.146, sedangkan area penguatan terdekat berada di rentang 6.262-6.299," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Di tengah pergerakan pasar yang diperkirakan masih fluktuatif, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk strategi trading jangka pendek, yakni HRTA, INDY, PGEO, dan WIFI.

Dengan masih dominannya sentimen transisi kepemimpinan Bank Indonesia, arah pergerakan rupiah, serta ekspektasi kebijakan moneter, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mencermati perkembangan tersebut sebagai penentu arah IHSG dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.