BEI Optimistis Pasar Saham Rebound Meski Ada Transisi Kepemimpinan BI

AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) tidak mengganggu kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
Bursa justru meyakini fundamental pasar saham Indonesia tetap kuat dan memiliki peluang untuk kembali menguat dalam beberapa waktu ke depan.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy mengatakan, baik investor domestik maupun asing hingga kini masih memandang Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menarik di kawasan Asia.
Baca Juga: Gembok Dibuka BEI, Saham ZATA Melejit 34 Persen
"Selama ini saya lihat investor juga masih sangat confidence dengan market kita. Saya yakin investor punya penilaian yang baik. Kami juga bertemu dengan beberapa pihak luar yang masih meyakini bahwa market Indonesia merupakan market yang menarik bagi mereka. Tinggal masalah waktu saja sampai pasar kembali rebound," kata Irvan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut Irvan, keyakinan investor terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga meski sepanjang tahun ini pasar dihadapkan pada berbagai tantangan global maupun domestik. Karena itu, ia mengimbau pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap pergantian kepemimpinan di bank sentral.
"Jangan panik. Dinamika ekonomi, sosial, maupun politik seperti ini sudah beberapa kali dialami investor. Tahun ini memang cukup berat, bukan hanya bagi pasar modal, tetapi juga perekonomian nasional. Ada perang, isu MSCI, Moody's, dan berbagai tantangan lainnya. Namun investor sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini," ujarnya.
Irvan juga menilai pasar saham Indonesia masih menjadi salah satu yang terbaik di kawasan regional. Dengan fundamental ekonomi yang tetap terjaga, ia optimistis pasar saham domestik akan kembali menguat.
"Percayalah bahwa market kita masih menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia. Insyaallah pasar akan rebound dan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang," ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto menerima pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Baca Juga: Demutualisasi BEI Masuk Tahap Akhir, Misbakhun: Tinggal Tunggu PP
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti pengunduran diri tersebut sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Sesuai ketentuan yang berlaku, jabatan Gubernur BI untuk sementara akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti hingga gubernur definitif ditetapkan.
"Untuk selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Dalam hal ini yang dimaksud adalah Ibu Destry Damayanti," kata Prasetyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









