Jelang Rilis Sejumlah Data Ekonomi, IHSG Ditaksir Tembus 6.545

AKURAT.CO Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekitar 10,5% sepanjang Juli 2026 di taksir berlanjut di Agustus 2026.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada sederet data ekonomi domestik yang akan dirilis sepanjang pekan depan dan berpotensi menjadi penentu arah pergerakan pasar.
Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), IHSG ditutup menguat 0,8% ke level 6.236,1. Seluruh sektor mencatatkan kenaikan, dengan sektor teknologi menjadi penyumbang penguatan terbesar setelah melonjak 2,36%.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat ke 6.250, Simak Menu Saham Hari Ini
Kenaikan tersebut sekaligus mengakhiri tren negatif yang membayangi pasar saham Indonesia selama 6 bulan berturut-turut. Sepanjang Juli, IHSG berhasil mencatatkan return bulanan sebesar 10,5%, menjadi salah satu performa terbaik sepanjang tahun ini.
Meski demikian, optimisme pasar masih dibayangi sejumlah sentimen global. Bursa saham Asia mayoritas juga ditutup menguat meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap aset dan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.
Di sisi lain, harga minyak mentah justru terkoreksi lebih dari 1%, sementara nilai tukar rupiah menguat 0,49% ke level Rp18.022 per USD di pasar spot, mengikuti pelemahan indeks dolar AS.
Memasuki pekan perdagangan berikutnya, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis mulai Senin (3/8/2026). Data tersebut meliputi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi.
Selanjutnya, pemerintah dijadwalkan mengumumkan pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia kuartal II-2026 pada Rabu (5/8/2026), disusul data cadangan devisa serta indeks harga properti pada Jumat (7/8/2026).
Rangkaian indikator tersebut dinilai akan menjadi katalis utama yang menentukan apakah reli IHSG dapat berlanjut atau justru mengalami koreksi jangka pendek.
Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan tren penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut pada pekan depan.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380 pada pekan depan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (3/8/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas juga melihat peluang kenaikan indeks masih terbuka, meski investor tetap diminta mewaspadai potensi aksi ambil untung dalam jangka pendek.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target berada pada area 6.352 hingga 6.545. Namun investor perlu mencermati adanya potensi pembalikan arah jangka pendek ke rentang 6.108-6.187," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.
Untuk perdagangan Senin (3/8/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati untuk strategi trading, yakni BRMS, ENRG, MBMA, dan PSAB.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan global yang masih dinamis, pelaku pasar diperkirakan akan lebih selektif dalam mengambil posisi.
Hasil rilis berbagai indikator ekonomi pada pekan depan dipandang menjadi faktor penting yang akan menentukan apakah penguatan IHSG mampu berlanjut setelah mencatat reli signifikan sepanjang Juli 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










