Akurat Logo

Luno Indonesia Gaet Iman Sudargo Jadi Country Head

Yosi Winosa | 4 Agustus 2026, 19:20 WIB
Luno Indonesia Gaet Iman Sudargo Jadi Country Head
Country Head Luno Indonesia, Iman Sudargo

AKURAT.CO Luno, aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan platform yang aman untuk membeli, menyimpan dan mempelajari kripto, mengumumkan penunjukan Iman Sudargo sebagai Country Head Luno Indonesia.

Dalam peran barunya, Iman Sudargo akan memimpin seluruh operasional dan strategi bisnis, dengan fokus untuk terus berkomitmen memperkuat dan memperluas literasi investasi aset kripto Indonesia.

Country Head Luno Indonesia, Iman Sudargo merasa terhormat dan bersemangat bisa bergabung dengan Luno dan memimpin tim di Indonesia. Dengan pesatnya perkembangan ekosistem aset kripto, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa di industri aset kripto.

Baca Juga: Dirut JFX: Penguatan Price Discovery Penting untuk Membangun Harga Referensi Komoditas Domestik

Iman berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh tim serta para pemangku kepentingan di Indonesia untuk mendorong adopsi aset kripto yang bertanggung jawab di negara ini.

"Saya bersama dengan tim juga akan terus mempertahankan momentum agar pelanggan dapat membeli serta berinvestasi aset kripto dengan aman dan mudah," ujarnya.

Pasar aset kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, dimana Indonesia menduduki peringkat ketujuh sebagai salah satu negara dengan adopsi kripto tertinggi secara global.

Pertumbuhan adopsi kripto tersebut juga dapat terlihat dari data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana hingga Mei 2026 jumlah pengguna kripto di Indonesia mencapai lebih dari 22 juta pelanggan atau tumbuh sebesar 3.17% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan nilai transaksi mendekati Rp 122 triliun.

Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat dan kondisi pasar aset kripto yang masih terus berkembang di tengah berbagai gejolak geopolitik yang sedang berlangsung.

General Manager Luno APAC, Aaron Tang, mengaku sangat senang menyambut Iman di Luno.

Dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar pertumbuhan utama perusahaan di kawasan ini, selain Malaysia, Iman akan berkontribusi dengan keahliannya yang mendalam di bidang keuangan serta perspektif global yang kami butuhkan pada tahap perkembangan saat ini.

"Sebagai Country Head, Iman akan mengendalikan misi kami untuk memodernisasi sistem keuangan dengan melayani segmen ritel dan institusi yang belum terlayani secara optimal, sekaligus memperkuat posisi Luno sebagai platform yang terpercaya dan teregulasi," ujar Aaron.

Sebelum bergabung dengan Luno Indonesia, Iman telah memegang peran kunci di beberapa institusi keuangan global terkemuka. Ia berperan penting dalam peluncuran bank digital pertama di Indonesia, serta berhasil meningkatkan jumlah penggunanya hingga lebih dari 1 juta.

Ia juga telah memiliki pengalaman merevolusi perbankan korporat dengan solusi digital yang inovatif. Selanjutnya, ia memimpin ekspansi global produk keuangan di berbagai pasar dan meningkatkan volume transaksi secara signifikan.

Dan pengalaman terakhirnya, Ia juga berhasil memimpin perbaikan kinerja sebuah platform P2P lending dan meluncurkan bank digital baru, yang berhasil mengakuisisi 1 juta nasabah dalam kuartal pertamanya.

Iman menambahkan, ke depan, perusahaan fokus mendorong adopsi aset kripto di Indonesia dengan menjaga transparansi, membantu pelanggan memahami aset kripto secara lebih baik, serta membagikan wawasan dan informasi terkini.

Visi perusahaan jauh melampaui sekadar menjadi platform perdagangan; kami sedang membangun ekosistem komprehensif yang mendukung berbagai kebutuhan.

Mulai dari likuiditas institusional untuk transaksi berskala besar dan aset digital yang stabil untuk kebutuhan transaksi, hingga menghadirkan nilai dunia nyata ke blockchain.

"Pada akhirnya, kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa teknologi ini menawarkan opsi yang andal untuk investasi jangka panjang,” tutur Iman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.