Akurat Logo

Gubernur PFII Bakal Diisi Orang Lama, Berkantor di Jakarta Atau Bali

Esha Tri Wahyuni | 12 Agustus 2026, 09:53 WIB
Gubernur PFII Bakal Diisi Orang Lama, Berkantor di Jakarta Atau Bali
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

AKURAT.CO Pemerintah mulai menyiapkan struktur kepemimpinan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, calon Gubernur PFII telah tersedia dan berasal dari unsur pemerintah.

Namun, pemerintah belum membuka identitas calon tersebut kepada publik. Pengumuman mengenai calon gubernur dan struktur kelembagaan PFII baru akan dilakukan setelah proses pembentukan lembaga rampung.

Baca Juga: Indonesia Bidik Dana Global yang Sedang Cari 'Rumah Baru', PFII Diproyeksikan Jadi Katalis

"Calonnya sudah ada, dari dalam pemerintah," kata Airlangga setelah menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 bertajuk "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies" di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Airlangga mengatakan pembentukan kelembagaan PFII menjadi tahapan yang harus diselesaikan sebelum struktur organisasi dan kepemimpinan lembaga ditetapkan secara resmi.

Karena itu, pemerintah belum mengumumkan siapa sosok yang disiapkan untuk menduduki posisi Gubernur PFII. "Sesudah terbentuk nanti baru dipastikan," ujar Airlangga.

Meski identitas calon masih dirahasiakan, Airlangga memastikan pemerintah telah menyiapkan figur yang akan memimpin PFII. Calon tersebut disebut berasal dari kalangan pemerintah.

Selain menyiapkan calon pimpinan, pemerintah masih mengkaji lokasi yang akan menjadi pusat operasional PFII.

Airlangga menyebut terdapat sejumlah alternatif lokasi yang tengah dipertimbangkan. Salah satunya berada di kawasan milik PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) di Bali, yang berdekatan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jakarta juga masuk dalam opsi lokasi awal PFII. Pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah kawasan di Ibu Kota, termasuk kawasan Danareksa.

"Salah satu yang dipertimbangkan kan ada wilayahnya Injourney di Bali, dekat airport. Tetapi ada, untuk periode awal di Jakarta juga dipertimbangkan," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, keputusan mengenai lokasi kantor PFII belum dapat ditetapkan karena pemerintah masih menyelesaikan proses pembentukan kelembagaan.

Dengan demikian, Bali dan Jakarta saat ini menjadi dua lokasi yang disebut pemerintah dalam persiapan operasional PFII. Penetapan lokasi baru akan dilakukan setelah lembaga tersebut terbentuk.

Airlangga juga memberikan sinyal mengenai momentum yang perlu diperhatikan publik terkait perkembangan PFII.

Ketika ditanya mengenai jadwal pengumuman calon Gubernur PFII, Airlangga meminta publik mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Nota Keuangan pada 14 Agustus 2026. "(Tanggal) 14 (Agustus) itu nanti dengarkan pidato Bapak Presiden," kata Airlangga.

Pernyataan tersebut membuka kemungkinan perkembangan mengenai PFII disampaikan dalam rangkaian agenda kenegaraan tersebut. Namun, hingga saat ini pemerintah belum secara resmi memastikan bahwa nama calon Gubernur PFII akan diumumkan pada tanggal tersebut.

PFII sendiri tengah dipersiapkan pemerintah sebagai bagian dari agenda pengembangan pusat finansial internasional di Indonesia. Karena itu, pembentukan kelembagaan, penentuan struktur kepemimpinan, hingga lokasi operasional menjadi tahapan penting sebelum lembaga tersebut menjalankan fungsi secara penuh.

Dengan calon gubernur yang telah disiapkan dari unsur pemerintah, fokus berikutnya berada pada penyelesaian struktur kelembagaan dan penentuan lokasi operasional PFII.

Untuk saat ini, pemerintah belum mengungkap siapa calon gubernurnya maupun lokasi final PFII. Dua hal tersebut masih menunggu penyelesaian proses pembentukan lembaga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.