Akurat Logo

Manufaktur RI Mau Didorong Lagi, Ini 3 Target yang Bakal Dibidik

Andi Syafriadi | 10 September 2026, 19:11 WIB
Manufaktur RI Mau Didorong Lagi, Ini 3 Target yang Bakal Dibidik
Ilustrasi Manufaktur - Source: Pinterest

AKURAT.CO Pemerintah kembali menempatkan sektor manufaktur sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai manufaktur tidak hanya penting untuk meningkatkan aktivitas produksi, tetapi juga memiliki peran dalam memperluas ekspor, mempercepat pembelajaran teknologi, menciptakan pekerjaan formal, dan meningkatkan nilai tambah domestik.

Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kemenkeu, Noor Faisal Achmad mengatakan Indonesia membutuhkan penguatan sektor manufaktur untuk membangun mesin pertumbuhan yang lebih produktif.

“Manufaktur perlu kembali memperoleh momentum sebagai mesin produktivitas, ekspor, pembelajaran teknologi dan penciptaan lapangan kerja formal,” ujar Noor dalam diskusi Kementerian PPN/Bappenas dan Asian Development Bank Institute (ADBI) di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Modal Asing Masuk, Kemenkeu Soroti Ujian Besar Ekonomi RI

Dorongan tersebut muncul ketika Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan produktivitas dan menghindari jebakan pendapatan menengah.

Dalam kajian terbaru ADBI, Indonesia memiliki skor probabilitas 0,44 untuk keluar dari middle-income trap. Angka itu masih berada di bawah ambang 0,6 yang digunakan dalam kajian tersebut.

ADBI menilai Indonesia perlu memperkuat kemampuan domestik untuk meningkatkan nilai tambah. Salah satu caranya melalui pendalaman manufaktur, pengembangan pemasok domestik, penarikan investasi asing langsung yang berorientasi teknologi, peningkatan keterampilan dan inovasi, serta keterlibatan dalam rantai nilai regional.

Kebutuhan untuk memperkuat manufaktur juga berkaitan dengan struktur ekonomi Indonesia yang masih menghadapi persoalan ketergantungan pada sumber daya alam dan pekerjaan informal.

Kajian ADB mengenai Indonesia menyebut diversifikasi ekonomi, penguatan sumber daya manusia, serta pengurangan ketergantungan pada industri primer dan ekstraktif menjadi bagian penting agar Indonesia dapat mencapai status berpendapatan tinggi.

Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8 pada Agustus 2026

Karena itu, pemerintah tidak ingin pengembangan manufaktur hanya berhenti pada peningkatan aktivitas pengolahan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.