BEI Siapkan Demutualisasi, Kepemilikan Saham Maksimal 5 Persen

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan independensi bursa menjadi salah satu fokus utama dalam proses demutualisasi yang tengah disiapkan melalui rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
Perubahan struktur kepemilikan tersebut dinilai tidak boleh membuat pemegang saham baru mengganggu independensi BEI dalam menjalankan fungsi dan perannya di pasar modal.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi mengatakan, prinsip independensi menjadi pesan utama yang ditekankan dalam rancangan aturan tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Bursa Efek Indonesia dan Fungsinya? Ini Penjelasan Lengkapnya
Menurutnya, masuknya pemegang saham baru melalui proses demutualisasi tidak boleh memengaruhi fungsi BEI sebagai penyelenggara perdagangan di pasar modal.
“Pesan utama dari POJK adalah jangan sampai demutualisasi ini, ada pemegang saham baru kemudian mengancam atau mengganggu independensi bursa. Jadi itu bener-bener ditekankan sekali oleh POJK, bursa harus tetap independen,” kata Iding di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Untuk menjaga prinsip tersebut, rancangan POJK nantinya akan mengatur sejumlah aspek yang berkaitan dengan tata kelola BEI. Pengaturan itu antara lain mencakup anggaran, direksi, hingga pembatasan kepemilikan saham.
Salah satu ketentuan yang disiapkan adalah batas maksimal kepemilikan saham BEI sebesar 5%. Kepemilikan yang melebihi batas tersebut nantinya membutuhkan persetujuan dari OJK.
Baca Juga: Pramono Anung Optimis Bank Jakarta Melantai di Bursa Efek Tahun Depan
“Sudah rule making rule yang antara lain menyebutkan bahwa kepemilikan maksimal 5 persen, di atas 5 persen harus persetujuan OJK,” ujar Iding.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









