Akurat Logo

Target Ekonomi 6 Persen pada 2027, Pemerintah Andalkan Belanja Produktif

Esha Tri Wahyuni | 21 Oktober 2026, 09:30 WIB
Target Ekonomi 6 Persen pada 2027, Pemerintah Andalkan Belanja Produktif
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 melalui belanja produktif dan investasi. Kepastian kebijakan dan peran swasta menjadi faktor penting. - Dok. Kemenkeu

AKURAT.CO Pemerintah mengandalkan belanja produktif dan penguatan investasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.

Namun, pencapaian sasaran tersebut tidak hanya bergantung pada belanja negara, tetapi juga kemampuan kebijakan fiskal mendorong dunia usaha memperluas investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Wahyu Utomo mengatakan, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional, meskipun ketidakpastian global masih membayangi. Menurutnya, optimisme tersebut harus disertai kewaspadaan terhadap berbagai risiko ekonomi.

Baca Juga: MTI Dorong 10 Persen APBN untuk Infrastruktur Transportasi Daerah

“Waspada harus, panik jangan. Tetap optimistis, tapi optimismenya harus realistis,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis di Jakarta,Rabu (21/10/2026).

Ketidakpastian global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, pergerakan harga energi, dan dinamika perdagangan internasional, menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi pemerintah.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi arus modal, nilai tukar, serta keputusan investasi pelaku usaha.

Di tengah tantangan itu, pemerintah mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan melalui investasi, konsumsi rumah tangga, dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga: Dibayangi Konflik AS-Iran dan Defisit APBN, Rupiah Justru Menguat Tipis ke Rp17.899

Wahyu menyebut sejumlah indikator domestik masih menjadi modal untuk menjaga momentum ekonomi. Indikator tersebut antara lain inflasi yang terkendali, neraca perdagangan yang surplus, cadangan devisa yang memadai, serta pertumbuhan kredit dua digit.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.