Pertama, MWL Gelar Kompetisi Hafalan Al-Qur’an Internasional untuk Tunanetra di Jakarta

AKURAT.CO Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menggelar Kompetisi Internasional Hafalan Al-Qur’an Albasira bagi tunanetra di Jakarta.
Ajang prestisius ini menghadirkan peserta dari berbagai negara dan menjadi panggung bagi para penghafal Al-Qur’an penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris Jenderal MWL yang juga Ketua Organisasi Ulama Muslim Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Menteri Agama RI Dr. Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Hafiz Qur'an 13 Tahun Asal Indonesia ini Juarai Lomba Hafalan Al-Qur'an Tingkat Internasional
Dirjen Urusan Al-Iqr MWL, Khalid bin Hasan Abdul Kafi, menegaskan bahwa pelayanan terhadap Al-Qur’an menjadi fokus utama lembaganya.
"MHQ bagi disabilitas netra ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri mereka, menonjolkan peran aktif mereka, serta menginvestasikan kemampuan mental mereka dalam menguasai Kitabullah," ujarnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kemitraan strategis dalam penyelenggaraan ajang internasional tersebut.
Kompetisi Albasira dirancang untuk membuka ruang prestasi bagi para hafiz tunanetra sekaligus menegaskan kontribusi mereka dalam kegiatan keagamaan internasional.
Selain menguji hafalan dan kualitas tilawah, ajang ini juga mendorong peningkatan kepercayaan diri dan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam kegiatan bertaraf global.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menilai penyelenggaraan kompetisi ini pada 3 Desember, yang bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, memiliki makna khusus.
"Inisiatif ini menjadi momentum penting membangun sinergi global demi memperluas partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra, sekaligus meneguhkan kontribusi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ujar Abu Rokhmad.
Para peserta terbaik dari berbagai kelompok usia mendapatkan penghargaan atas kemampuan luar biasa dalam hafalan, pembacaan Al-Qur’an, dan tajwid.
Baca Juga: Sungai Eufrat Keluarkan Emas Jadi Tanda Kiamat, Sejalankah dengan Al-Qur'an?
Sebagai bentuk dukungan aksesibilitas, MWL turut membagikan 300 mushaf braille elektronik generasi terbaru kepada peserta dan lembaga terkait.
Teknologi ini diharapkan memperkuat akses belajar Al-Qur’an bagi tunanetra di seluruh dunia.
Lima kategori dipertandingkan dalam kompetisi ini, yakni:
- Hafalan 30 juz beserta Matan Al-Jazariyyah
- Hafalan 30 juz kategori putra
- Hafalan 30 juz kategori putri
- Hafalan 20 juz
- Hafalan 10 juz
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







