Akurat Logo

Bagaimana Al-Qur’an Dikodifikasi pada Masa Utsman bin Affan

Redaksi Akurat | 29 Juni 2026, 19:40 WIB
Bagaimana Al-Qur’an Dikodifikasi pada Masa Utsman bin Affan
Al-Qur’an Dikodifikasi

AKURAT.CO Kodifikasi Al-Qur’an merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Untuk memahami prosesnya, kita perlu mengetahui bagaimana Al-Qur’an dikodifikasi pada masa Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga.

Pada masa itu, wilayah Islam semakin luas dan umat Islam berasal dari berbagai latar belakang bahasa. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam cara membaca Al-Qur’an, sehingga diperlukan penyatuan bacaan.

Baca Juga: Peringatan Nuzulul Qur'an, Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur'an Sumber Persatuan dan Kedamaian

Latar Belakang Kodifikasi Al-Qur’an

Perbedaan cara membaca Al-Qur’an mulai menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perpecahan di kalangan umat Islam. Hal ini terutama terlihat saat pasukan Islam dari berbagai daerah berkumpul.

Atas usulan para sahabat, Khalifah Utsman bin Affan memutuskan untuk menyusun mushaf Al-Qur’an yang seragam.

Proses Penyusunan Mushaf Utsmani

Utsman membentuk tim yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit untuk menyusun Al-Qur’an. Tim ini mengacu pada mushaf yang telah dikumpulkan sebelumnya pada masa Abu Bakar.

Proses penyusunan dilakukan dengan sangat teliti, yaitu dengan mencocokkan hafalan para sahabat dan catatan yang ada. Setelah selesai, disusunlah mushaf standar yang dikenal sebagai Mushaf Utsmani.

Penyebaran Mushaf ke Berbagai Wilayah

Setelah mushaf selesai disusun, Utsman mengirimkan salinan Al-Qur’an ke berbagai wilayah Islam, seperti Kufah, Basrah, dan Syam.

Selain itu, mushaf-mushaf lain yang memiliki perbedaan bacaan dikumpulkan dan diseragamkan untuk menjaga kesatuan umat.

Baca Juga: Mengenal Mushaf Braille

Tujuan Kodifikasi Al-Qur’an

Tujuan utama kodifikasi ini adalah menjaga keaslian Al-Qur’an dan mencegah perbedaan bacaan yang dapat menimbulkan konflik.

Dengan adanya mushaf yang seragam, umat Islam memiliki pedoman yang sama dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.

Memahami bagaimana Al-Qur’an dikodifikasi pada masa Utsman bin Affan membantu kita melihat upaya para sahabat dalam menjaga keaslian kitab suci umat Islam. Kodifikasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga persatuan umat dan kemurnian Al-Qur’an.

Arika Yafi Fawazzain (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R